Hj Aji Aida Amidjoyo Dimakamkan di Pemakaman Kesultanan
Oleh Admin1 menit baca3.657 dibaca

Bupati Edi Damansyah memimpin prosesi pelepasan jenazah Aji Aida Amidjoyo.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Bupati Kukar Edi Damansyah bersama Wabup Kukar H Rendi Solihin, dan Sekkab H Sunggono, turut hadir mengikuti prosesi pemakaman istri Sultan Kutai Kartanegara Aji Muhammad Salehuddin II yakni, Hj Aji Aida Amidjoyo Binti Aji Sennudin, di rumah Kesultanan Jalan S Parman Tenggarong, Senin (20/12/2021).
Almarhumah Hj Aji Aida Amidjoyo dimakamkan di pemakaman Kesultanan komplek Museum Mulawarman. Prosesi pemakaman dimulai dari rumah Kesultanan dengan menggunakan prosesi adat Damar Semurup.
Edi Damansyah menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara turut berduka cita yang mendalam. Tentunya banyak pelajaran yang didapat dari beliau.
"Kami sering bersilaturahmi ke rumah beliau, dan mendapat pesan dari beliau, bahwa setiap pekerjaan, tugas tugas dilaksanakan secara ikhlas" kata Edi Damansyah.
Hal ini merupakan makna yang sangat mendalam, sambung dia, disaat beliau sudah sepuh, namun beliau masih memperhatikan daerah dan masyarakatnya.
"Semoga almarhumah diampuni segala dosanya, dilapangkan kuburnya, dan diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan" sebutnya.
Sementara itu Keluarga Kesultanan Dedy Hartono menambahkan, dengan wafatnya beliau, tentu semua pihak merasa bersedih dan merasa kehilangan, karena beliau selalu menasehati untuk melakukan kebaikan.
"Selain itu kami dipesani untuk menjaga adat, menjaga keharmonisan, maupun berinteraksi sosial" ujar Dedy.
Lanjut dia, tidak membanggakan diri sebagai bangsawan, tetap sama dalam kehidupan sosial. Beliau juga masih ada keturunan dari Kerajaan Sambali Berau, dan merupakan cucu dari Raja Mahkota di Berau, kebetulan bapak beliau bangsawan Kutai.
"Perjuangan beliau sangat keras dari dulu, maka beliau bisa dikatakan pejuang bagi keluarga, karena beliau berpindah pindah tempat mengikuti tugas bapak beliau, namun bapak beliau sampai sekarang hilang dicuri penjajah" tutupnya.(*riz)



