Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Pertanyakan Kejelasan Alasan Pemadaman Listrik, Aliansi Tiga Ormas Kembali Datangi Kantor PLN Tenggarong

Oleh Admin3 menit baca338 dibaca

Pertanyakan Kejelasan Alasan Pemadaman Listrik, Aliansi Tiga Ormas Kembali Datangi Kantor PLN Tenggarong
BagikanWhatsAppFacebookX

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Aliansi Ormas Tiga Daerah kembali mendatangi Kantor PLN ULP Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (27/10/2026), untuk mempertanyakan pemadaman listrik bergilir yang dikeluhkan masyarakat dan berdampak pada pelaku usaha.

Sebelumnya, aliansi tersebut juga mendatangi kantor PLN pada Senin (26/10/2026) malam.

Aliansi yang terdiri dari Remaong Koetai Berdjaya, Remaong Kutai Menamang, dan Kayuh Baimbai itu meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, kondisi jaringan listrik, hingga dasar penentuan jadwal dan wilayah yang terdampak.

Ketua Harian Aliansi Ormas Tiga Daerah, Moch Saddam Jordi mengatakan, kedatangan mereka merupakan upaya untuk mendapatkan kejelasan dari manajemen PLN terkait persoalan kelistrikan yang dikeluhkan masyarakat.

“Kami datang untuk mencari solusi. Kami ingin mengetahui mengapa pemadaman dilakukan secara bergilir dan bagaimana PLN menentukan wilayah yang terdampak. Namun, sampai sekarang belum ada penjelasan yang benar-benar gamblang,” ujarnya.

Menurutnya, alasan perbaikan dan pemeliharaan jaringan yang disampaikan pihak PLN belum menjawab pertanyaan mengenai bagian jaringan yang bermasalah dan pekerjaan yang sedang dilakukan.

Ia menilai masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai gangguan listrik yang berdampak pada aktivitas sehari-hari.

Ia juga mempertanyakan penentuan jadwal pemadaman yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Menurutnya, informasi jadwal saja tidak cukup apabila tidak disertai penjelasan mengenai alasan teknis dan langkah penanganannya.

Ia turut menyoroti kerusakan instalasi rumah dan peralatan elektronik yang dikeluhkan warga.

Ia menyebut keluhan tersebut banyak bermunculan di media sosial, termasuk kerusakan kulkas dan perangkat elektronik lainnya.

“Banyak masyarakat yang mengeluhkan kerusakan barang akibat pemadaman listrik. Saya sendiri baru mengalami kerusakan kulkas di rumah, padahal barang itu baru dibeli,” kata dia.

Terkait kerugian tersebut, ia menyebut masyarakat yang mengalami kerusakan barang diarahkan untuk mendokumentasikan kondisi kerusakan melalui foto atau video dan membuat laporan ke Polres Kukar guna menuntut pertanggungjawaban hukum.

Namun, ia berharap ada kejelasan mengenai mekanisme penyelesaian dan kemungkinan kompensasi bagi warga yang terdampak.

Ia menegaskan, persoalan tersebut belum menghasilkan kesimpulan maupun solusi konkret.

Aliansi akan berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan melakukan aksi lanjutan apabila belum ada kejelasan dari pihak PLN.

“Kami akan terus meminta penjelasan sampai mendapatkan jawaban yang benar-benar terang dan solusi konkret dari pihak PLN. Untuk langkah berikutnya, kami koordinasikan dulu bersama tim,” tegasnya.

Ia juga mempertanyakan kondisi kelistrikan di Kukar yang memiliki sumber daya alam melimpah, khususnya batu bara.

Ia berharap PLN dapat menjelaskan persoalan tersebut secara terbuka agar masyarakat memahami penyebab pemadaman dan upaya penanganannya.

Sementara itu, Keluhan serupa disampaikan Ketua Komunitas Barber Tenggarong, Agung Pasitjo.

Ia mengatakan pemadaman listrik yang berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan terakhir mengganggu aktivitas usaha pangkas rambut dan menyebabkan kerusakan sejumlah peralatan.

Ia mengelola Classic Aircut di kawasan Danau Aji dan Classic Barbershop di kawasan Danau Murung, Tenggarong.

Menurutnya, peralatan penunjang usaha seperti pengering rambut atau hair dryer turut mengalami kerusakan.

Ia menjelaskan, pemadaman listrik membuat pelayanan kepada pelanggan terhenti, bahkan ketika proses pangkas rambut belum selesai.

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kenyamanan pelanggan dan pendapatan usaha.

“Ketika kondisi ekonomi sedang melemah, saat usaha mulai ramai justru listrik mati. Bahkan, pelanggan yang sedang potong rambut baru setengah jalan harus berhenti karena pemadaman. Tidak mungkin pelanggan menunggu sampai besok pagi untuk melanjutkan potong rambutnya,” ujarnya.

Ia memperkirakan kerugian yang dialami pelaku usaha barber mencapai Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari.

Nilai tersebut mencakup potensi pendapatan yang hilang akibat pelayanan terganggu maupun kerusakan peralatan usaha.

Ia berharap PLN memberikan perhatian terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha, termasuk memperjelas mekanisme pengajuan kompensasi.

Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan kepastian agar dapat menjalankan aktivitasnya tanpa terus dihantui pemadaman.

“Kami berharap ada kompensasi atas kerugian yang dialami. Namun, jawaban yang disampaikan tadi masih berputar-putar, seperti menyarankan kami membuat laporan ke Polres dan sebagainya,” kata dia.

Ia berharap persoalan kelistrikan segera ditangani agar kegiatan usaha kembali berjalan normal dan pelaku usaha tidak terus menanggung kerugian akibat pemadaman berulang.

Hingga berita ini ditanyangkan, Manager Umum PLN ULP Tenggarong belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait penyebab pemadaman listrik bergilir, dasar penentuan jadwal pemadaman, serta langkah penyelesaian atas keluhan masyarakat dan kerugian yang dialami pelaku usaha. (Kriz)

BagikanWhatsAppFacebookX