Kasus Stunting di Kukar Menurun
Oleh Admin1 menit baca5.868 dibaca

Kasi Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat, Nurul Fitri Ningsih
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,
TENGGARONG-
Angka stunting Balita di Kutai Kartanegara pada 2020 mencapai 3.804 kasus,
angka tersebut mengalami penurunan jika dibanding 2019 yang mencapai 6.889
kasus dari 53.453 balita.
“Angka stunting di Kukar 2020 itu capai 3.804 dari jumlah 58.691 balita,” kata Kepala Dinas Kesehatan Martina Yulianti melalui Kasi Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat Nurul Fitri Ningsih, kepada Poskotakaltimnews, Jumat (26/3/2021).
Dinas Kesehatan Kukar berupaya untuk melakukan percepatan penanganan stunting dengan cara mengolaborasikan lintas sektoral tingkat OPD Kukar, baik dari kabupaten, kecamatan, maupun desa melalui program Ragapantas.
Dikatakan Nurul, kasus stunting itu terjadi karena ada pola asuh tidak mendukung, pola makan, dan faktor pola hidup, pola hidup yaitu makan makanan yang bergizi dan sudah periksa kehamilan, tapi lingkungannya tidak bersih, hal itu juga mempengaruhi terjadinya stunting sejak kehamilan.
"Stunting itu kalau secara gizi, berat, panjang badan kurang dari umur semestinya, karena kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak dalam kandungan" tuturnya.
Untuk upaya pencegahannya dimulai pada saat ibu hamil, atau sering disebut pencegahan seribu Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Dengan harapan kepada ibu hamil, harus makan makanan yang bergizi, konsumsi gizi mikro maupun makronya cukup, dan sudah periksa kehamilan, sudah imunisasi, lingkungannya baik dan sehat, mengonsumsi tablet tambah darah selama 90 hari, diharapkan tidak akan terjadi kelahiran bayi stunting" katanya.(*riz)



