Lewat Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Siapkan Solusi Transportasi Pelajar
Oleh Admin3 menit baca436 dibaca

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Keterbatasan transportasi masih menjadi kendala bagi pelajar di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menjangkau sekolah.
Melalui Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Kukar berupaya mengatasi persoalan tersebut dengan menyediakan layanan bus sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi geografis setiap wilayah.
Saat ini, sembilan unit bus sekolah telah difasilitasi Pemkab Kukar di sejumlah wilayah.
Jumlah tersebut direncanakan bertambah dengan satu unit bus bantuan Kementerian Perhubungan yang akan dialokasikan untuk Kecamatan Sanga-Sanga.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, penyediaan transportasi pelajar perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masing-masing kecamatan.
Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada penambahan armada, tetapi juga memastikan sarana yang disediakan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kalau konteksnya untuk pelayanan kepada masyarakat, itu kembali lagi kepada kebutuhan kita. Apakah sarana-prasarana tersebut dibutuhkan di kecamatan kita atau tidak?” ujarnya saat ditemui di Tenggarong pada Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, analisis kebutuhan dilakukan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk menentukan jenis dukungan yang tepat bagi setiap wilayah.
Apabila bus sekolah memang dibutuhkan, pemerintah akan mengupayakan penyediaannya.
Namun, jika kebutuhan masyarakat berbeda, dukungan lain dapat dipertimbangkan sesuai kondisi setempat.
Selain ketersediaan armada, pembiayaan operasional menjadi perhatian pemerintah daerah.
Salah satu hal yang tengah dibahas ialah dukungan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), sehingga layanan bus sekolah dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menyebut Pemkab Kukar telah berdiskusi dengan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk membuka peluang keterlibatan perusahaan dalam pembiayaan tersebut.
“Kemarin kita sudah berdiskusi dengan Forum TJSL. Kemungkinan pembiayaan bahan bakarnya akan ditanggung oleh pihak perusahaan. Jadi, pihak perusahaan memberikan kontribusi nyata agar sektor pendidikan ini bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kukar, Ahmad Junaidi menjelaskan, sembilan unit bus sekolah yang telah difasilitasi pemerintah ditempatkan berdasarkan hasil analisis dan pembahasan bersama pihak kecamatan yang membutuhkan layanan tersebut.
Kesembilan wilayah itu meliputi Loa Tebu, Rapak Lambur, Loa Ipuh, Kota Bangun, Kembang Janggut, Tabang, Samboja, Muara Jawa, dan Muara Badak.
Untuk penambahan armada, Dishub Kukar menerima bantuan satu unit bus dari Kementerian Perhubungan yang direncanakan dialokasikan ke Kecamatan Sanga-Sanga.
Bus berkapasitas 19 tempat duduk tersebut dijadwalkan diserahkan pada 28 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Menurutnya, pemerintah kecamatan sebelumnya telah mengajukan permohonan penyediaan bus sekolah kepada Dishub Kukar.
Pihak kecamatan juga menyatakan kesiapan mendukung operasional, mulai dari penyediaan sopir dan kernet hingga kebutuhan BBM.
“Dari Dinas Perhubungan kami memfasilitasi penyediaan unit bus, sedangkan operasionalnya akan dikelola bersama oleh pihak-pihak yang terlibat di Kecamatan Sanga-Sanga,” jelasnya.
Operasional bus sekolah di Sanga-Sanga direncanakan melibatkan pemerintah kecamatan, KNPI, relawan, serta perusahaan setempat.
Skema ini diharapkan dapat membantu memastikan layanan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah.
Ia menyebut, kebutuhan transportasi pelajar masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah dengan akses terbatas.
Di kawasan perkebunan kelapa sawit, kondisi geografis dan jarak menuju sekolah dapat menyulitkan perjalanan siswa.
Sementara itu, di sejumlah wilayah Muara Badak, akses antardesa terkendala keberadaan jalur pipa minyak dan gas bumi (migas).
Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pelajar tetap memiliki akses transportasi menuju sekolah.
Karena itu, Dishub Kukar berharap perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut dapat berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan dan pihak sekolah untuk membantu penyediaan bus sekolah.
Dukungan serupa juga diharapkan dapat dikembangkan di Kecamatan Muara Kaman melalui kerja sama dengan perusahaan setempat.
“Kami berharap perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah yang membutuhkan dapat berkolaborasi membantu penyediaan bus sekolah, sehingga anak-anak yang mengalami keterbatasan akses transportasi tetap bisa mendapatkan layanan untuk pergi ke sekolah,” tutupnya. (Adv/Kriz)





