Selasa, 27 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Pemkab KukarAdvertorial

Pemkab Kukar Siapkan Program MBG Balita dan Lansia melalui RT-Ku Terbaik

Oleh Admin2 menit baca342 dibaca

Pemkab Kukar Siapkan Program MBG Balita dan Lansia melalui RT-Ku Terbaik
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lanjut usia (lansia) melalui program RT-Ku Terbaik. 

Program ini merupakan bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Saat ini, persiapan masih berlangsung, mulai dari perumusan standar harga makanan, penghitungan kebutuhan anggaran hingga pendataan calon penerima manfaat. 

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan penyusunan menu menjadi salah satu tahapan penting sebelum program dijalankan. 

Dinas Kesehatan bertugas memastikan makanan yang diberikan sesuai kebutuhan gizi balita dan lansia, sementara Dinas Sosial turut berperan dalam penentuan sasaran penerima manfaat.

“Standar harga ini masih belum selesai kami rumuskan. Nantinya, dari standar harga itu bisa diketahui berapa kebutuhan anggaran untuk setiap menu,” ujarnya saat ditemui pada Selasa (27/10/2026).

Selain menyiapkan anggaran, pemerintah juga mematangkan pendataan penerima bantuan. 

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan menjadi acuan awal, kemudian diverifikasi dan divalidasi bersama Posyandu serta pengurus RT agar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Ia menjelaskan, proses tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang memenuhi kriteria, terutama balita dan lansia dari keluarga kurang mampu.

“Melalui Posyandu dan RT, data DTSEN ini akan kita verifikasi dan validasi agar bantuan benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu akan berperan dalam pendataan sekaligus penyaluran makanan bergizi. 

Posyandu juga menjadi bagian dari pelayanan terintegrasi yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni kesehatan, sosial, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kukar, Ismi Mufidah mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan DPMD untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, termasuk dalam penyediaan data sasaran dan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat.

“Jadi, Dinkes nanti bertugas memberikan data siapa lansia dan balita di RT tersebut. Kita punya data siapa balitanya, sekaligus menyiapkan menu karena ada ketentuan pemberian makanan tambahan (PMT),” jelasnya.

Ia menyebutkan, pengolahan makanan direncanakan melibatkan kader Posyandu, dengan mekanisme pelaksanaan yang akan dikoordinasikan di tingkat RT. 

Dengan demikian, pelaksanaan program dapat memanfaatkan layanan dan sumber daya yang sudah tersedia di lingkungan masyarakat.

“Yang masak itu teman-teman kader Posyandu,” kata dia.

Terkait komposisi makanan, ia menjelaskan Dinas Kesehatan telah memiliki petunjuk teknis mengenai porsi dan kandungan gizi yang ideal bagi balita dan lansia. 

Sementara itu, penghitungan kebutuhan anggaran akan dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA).

“Untuk yang ideal itu berapa, kami sudah ada petunjuk teknisnya. Nanti BRIDA yang menghitung berapa kebutuhan anggarannya,” tutupnya. (Adv/Kriz)

BagikanWhatsAppFacebookX