Produksi Air Samboja Turun Jadi 50 Liter per Detik, PDAM Siapkan Pasokan Alternatif
Oleh Admin3 menit baca264 dibaca

KUKAR, POSKOTAKALTIMNEWS : Penyusutan sumber air baku akibat kemarau panjang membuat operasional Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar di Kecamatan Samboja mengalami kendala.
Kapasitas produksi yang biasanya mencapai 90 liter per detik kini turun menjadi 50 liter per detik.
Untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat, perusahaan daerah tersebut menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari pendalaman area pengambilan air baku hingga pengalihan pasokan dan penyediaan keran air gratis bagi pelanggan terdampak.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar, Suparno, mengatakan kondisi sumber air baku saat ini belum memungkinkan instalasi beroperasi secara optimal.
Penurunan debit terjadi setelah wilayah tersebut cukup lama tidak diguyur hujan, sehingga diperlukan penanganan untuk menjaga ketersediaan air bagi pelayanan masyarakat.
“Untuk mengatasi kondisi ini, kami sudah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV agar dilakukan pendalaman di sekitar area intake. Kami juga berkoordinasi untuk menyiapkan alat berat berupa ekskavator, sehingga aliran air bisa lebih terfokus ke area pengambilan air baku,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (29/10/2026).
Pendalaman di sekitar intake atau titik pengambilan air baku tersebut diharapkan membantu menjaga aliran menuju instalasi pengolahan air.
Upaya ini menjadi salah satu langkah penanganan yang disiapkan agar operasional tetap berjalan meski debit air mengalami penyusutan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kecamatan Samboja, khususnya pelanggan yang mengalami gangguan pelayanan air bersih.
Pihaknya berharap hujan segera turun sehingga ketersediaan air baku kembali meningkat dan distribusi kepada pelanggan dapat berjalan lebih optimal.
“Kami memohon maaf kepada masyarakat Samboja yang terdampak gangguan pelayanan ini. Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar kondisi air baku berangsur membaik dan kebutuhan air untuk pelayanan masyarakat tetap terpenuhi,” kata dia.
Sementara itu, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar, Abdul Latif, menjelaskan penurunan kapasitas produksi di Cabang Samboja juga dipengaruhi fenomena El Nino dan intrusi air laut.
Dari kapasitas normal sekitar 90 liter per detik, produksi kini diturunkan menjadi 50 liter per detik atau berkurang sekitar 40 liter per detik.
Dampaknya berpotensi dirasakan sekitar 4.809 pelanggan, terutama mereka yang tinggal di kawasan dataran tinggi dan ujung jaringan distribusi.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kelurahan Bukit Merdeka, Sei Merdeka, Samboja Kuala, Teluk Pemedas, Sanipah, dan Karya Merdeka.
Selain penyusutan debit air baku, intrusi air laut juga menyebabkan kadar garam di sumber air baku IPA Gunung Pasir mencapai 10.000 miligram per liter.
Akibatnya, instalasi yang memiliki kapasitas produksi 30 liter per detik tersebut terpaksa dihentikan sementara.
Untuk menjaga pelayanan, pasokan air bagi pelanggan yang sebelumnya dilayani IPA Gunung Pasir dialihkan ke IPA Sungai Merdeka.
Namun, sumber air baku di instalasi tersebut juga mengalami penurunan debit sehingga kapasitas produksi yang biasanya sekitar 80 liter per detik kini berada pada kisaran 50 hingga 52 liter per detik.
“Untuk sementara, kami melakukan penyesuaian kapasitas operasi selama dua hari. Kondisi sumber air baku yang menurun membuat produksi harus disesuaikan, terutama untuk menjaga pelayanan di wilayah yang berada di ujung jaringan dan memiliki elevasi lebih tinggi,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan bagi pelanggan yang mengalami gangguan aliran, Perumda menyiapkan fasilitas keran air gratis di IPA Sungai Merdeka dan IPA Gunung Pasir.
Pelanggan di Bukit Merdeka dan Karya Merdeka, khususnya di sekitar jalur tol maupun jalur lama, dapat mengambil air di IPA Sungai Merdeka.
Sementara pelanggan di Samboja Kuala dan Kampung Lama dapat memanfaatkan fasilitas di IPA Gunung Pasir yang berada di dekat kantor kecamatan.
Ia mengatakan fasilitas tersebut disiapkan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih selama kapasitas produksi dan distribusi belum kembali normal.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pengambilan air gratis yang telah disiapkan sesuai lokasi pelayanan masing-masing. Sementara itu, kami terus menyesuaikan operasional dengan kondisi air baku yang tersedia,” tutupnya. (Kriz)



