DPMD Kukar Hadirkan Bestari untuk Petakan Kondisi Wilayah RT
Oleh Admin2 menit baca561 dibaca

Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan aplikasi Bestari sebagai basis data Rukun Tetangga (RT) terintegrasi.
Aplikasi ini disiapkan untuk memetakan kondisi wilayah, mulai dari data kependudukan, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga potensi yang dimiliki masyarakat di masing-masing RT.
Kepala DPMD Kukar, Arianto menjelaskan, pengembangan aplikasi Bestari merupakan bagian dari pelaksanaan program RT Ku Terbaik.
Melalui aplikasi tersebut, pengurus RT nantinya dapat mengelola informasi kewilayahan secara digital sehingga data yang sebelumnya dikelola secara konvensional dapat dihimpun dalam satu sistem.
“Jadi prinsipnya, nanti pengurus RT itu memiliki alat atau sarana untuk menginformasikan kewilayahannya. Mereka akan mengelola aplikasi Bestari ini untuk memberikan informasi berkaitan dengan profil wilayahnya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (23/10/2026).
Ia menerangkan, data yang dihimpun dalam aplikasi Bestari meliputi luas wilayah, jumlah penduduk, kebutuhan masyarakat, kondisi sosial ekonomi, serta potensi ekonomi di setiap RT.
Selain itu, informasi mengenai bidang kesehatan dan pendidikan juga menjadi bagian dari pendataan, termasuk kondisi stunting di lingkungan masyarakat.
Dengan tersedianya data tersebut, kondisi setiap wilayah diharapkan dapat diketahui secara lebih terstruktur.
Informasi yang dihimpun juga dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan masyarakat dan potensi yang dimiliki masing-masing RT.
Menurutnya, pengembangan aplikasi Bestari tidak hanya berkaitan dengan digitalisasi administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kapasitas pengurus RT.
Mereka diharapkan mampu mengelola informasi kewilayahan sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mendukung pembangunan di lingkungannya.
“Penguatan RT melalui program RT Ku Terbaik ini bukan hanya kegiatan-kegiatan yang ada di RT, tetapi juga bagaimana pengurus RT bisa membuat dan mengelola data informasi kewilayahannya,” jelasnya.
Selama ini, pengelolaan data di tingkat RT masih banyak dilakukan secara konvensional.
Melalui aplikasi Bestari, pendataan tersebut mulai diarahkan ke sistem digital agar informasi mengenai kondisi wilayah dapat dikelola dan dipantau dengan lebih mudah.
Aplikasi Bestari dikembangkan oleh DPMD Kukar bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Server aplikasi direncanakan ditempatkan di Diskominfo, sedangkan informasi yang tersedia nantinya dapat diakses oleh berbagai pihak sesuai kebutuhan.
Ia menyebutkan, penerapan aplikasi Bestari tidak harus menunggu peluncuran khusus.
Penggunaannya akan berjalan seiring dengan pelaksanaan program RT Ku Terbaik, ketika pengurus RT mulai mengelola data dan informasi kewilayahannya melalui aplikasi tersebut.
“Ketika program RT Ku Terbaik berjalan, seluruh pengurus RT nantinya akan mengelola sistem informasi wilayahnya melalui aplikasi Bestari,” kata dia.
Dalam program RT Ku Terbaik, DPMD Kukar juga menyiapkan aplikasi tersendiri untuk memantau pelaksanaan kegiatan di tingkat RT.
Aplikasi ini memiliki fungsi berbeda dari Bestari, yakni mencatat dan memantau tahapan program mulai dari perencanaan, pengusulan, persetujuan, pelaksanaan, hingga pelaporan.
Dengan pembagian fungsi tersebut, Bestari difokuskan pada pengelolaan basis data dan profil kewilayahan RT, sedangkan aplikasi RT Ku Terbaik digunakan untuk memantau perkembangan pelaksanaan program di masing-masing RT.
“Untuk pelaksanaan programnya, nanti kita buat aplikasi tersendiri. Semua perencanaan yang mereka usulkan, yang disetujui dan dilaksanakan, sampai pelaporannya juga akan terinput di dalam aplikasi,” tutupnya (Adv/Kriz)






