Penyerahan Penerima Program Gratispol dan Jospol, Wagub Seno: Wujud Nyata Menghadirkan Keadilan Sosial
Oleh Admin3 menit baca1.343 dibaca

*pic: : adpimprov
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji menegaskan, penyerahan penerima program Gratispol dan Jospol merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam menghadirkan keadilan sosial sekaligus kesejahteraan spiritual bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Kami hadir bukan sekadar sebagai gubernur dan wakil gubernur, tapi juga sebagai wakil dari suara rakyat yang pernah kami janjikan program Gratispol dan Jospol. Dan Alhamdulillah, janji itu mulai kami tunaikan satu per satu," tegas Seno Aji dalam sambutannya pada acara penyerahan penerima Gratispol umroh dan perjalanan religi serta Jospol Insentif guru di Kalimantan Timur, bersama Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud (Harum) didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Wakil Ketua DPRD Kaltim, Karo Kesra Setdaprov Kaltim, di Gedung Flenary Hall GOR Kadrie Oening Samarinda. Rabu (25/6/2025)
Penyerahan penerima program Gratispol dan Jospol, kata Seno Aji bukan sekadar simbol atau slogan belaka, melainkan langkah konkret dalam memberikan apresiasi kepada para guru agama, marbot masjid, dan penjaga rumah ibadah non-muslim, yang selama ini mengabdi dengan tulus.
"Kita semua menyadari, peran mereka sangatlah vital. Mereka adalah penjaga nilai-nilai kebaikan, pemelihara moral masyarakat," kata Seno.
Melalui program Gratispol dan Jospol, Seno menekankan ingin memastikan bahwa dedikasi mereka tidak hanya diakui, tetapi juga dihargai secara nyata.
"Dan yang paling penting, kami ingin buktikan bahwa pemerintah hadir untuk rakyat dan kami tidak akan mengingkari komitmen itu," tegas Seno
Berdasarkan data yang di himpun, sambung Seno, jumlah marbot dan penjaga rumah ibadah di Kaltim saat ini mencapai 3.187orang, dengan rincian sebagai berikut Islam 2.597 orang, Kristen 389 orang, Katolik: 144 orang, Hindu 19 orang, Budha: 22 orang, Konghucu 16 orang.
"Karena ini semua adalah wujud penghargaan dan apresiasi kami atas dedikasi kepada mereka," kata Seno.
Selain itu, tegas Seno program Gratispol kebijakan insentif Jospol akan mendedikasikan kepada para guru yang telah mengabdi dengan penuh ketulusan di seluruh penjuru Kalimantan Timur.
"Oleh karena itu, hari ini kami menyerahkan secara simbolis buku rekening tabungan insentif bagi para guru, kurang lebih 31.545 guru, mulai dari guru PAUD, TK, SD, hingga SMP. Termasuk pula guru-guru di lingkungan pondok pesantren, RA, MI, dan MTs," tandasnya.
Keberadaan para guru, ujar Seno menjadi garda terdepan dalam peningkatan SDM di Kaltim, bukan hanya pengajar di ruang kelas, tetapi juga pembentuk karakter, penanam nilai, dan penggerak perubahan.
"Kami sepenuhnya menyadari bahwa masa depan daerah ini sangat bergantung pada mutu pendidikan, dan di tangan para gurulah fondasi itu dibentuk,” tegas Seno Aji.
Jospol insentif kepada guru di Kaltim, kata Seno bukan sekadar bentuk bantuan finansial, melainkan wujud nyata penghargaan dan rasa terima kasih dari Pemerintah Provinsi Kaltim atas jasa para guru dalam mencerdaskan anak bangsa dan membentuk generasi emas Kaltim di masa depan.
Penyerahan penerima Program Gratispol dan Jospol Insentif kepada guru, diawali dengan penanda tanganan perjanjian kerja sama Pemprov Kaltim dengan Bupati Walikota, Kakanwil Kemenag Kaltim dan direktur Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan penandatanganan kerja sama antara Biro Kesra Setdaprov Kaltim dengan Kadisdik Kabupaten Kota dan Kanwil Kemenag Kabupaten kota. Kemudian dilanjutkan penyerahan secara simbolis perjalanan umroh dan perjalanan religi. Serta penyerahan Jospol Insentif guru. (mar)



