Tidak Hanya Berfungsi Sebagai Pengairan Pertanian, Embung Maluhu Direncanakan jadi Destinasi Wisata Hingga Pemancingan
Oleh Admin2 menit baca1.278 dibaca

(Lurah Maluhu Tri Joko Kuncoro/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Embung Maluhu yang berada di Kelurahan Maluhu kecamatan Tenggarong, kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) direncanakan akan menjadi salah satu destinasi wisata yang berdekatan dengan alam.
Diketahui embung sendiri biasa difungsikan sebagai irigasi pertanian, namun guna menambah fungsi maupun manfaatnya kelurahan Maluhu berencana agar embung seluas kurang lebih 8 hektare tersebut dikembangkan menjadi destinasi wisata hingga area pemancingan.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menjelaskan bahwa proyek rehabilitasi total embung ini merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun lalu dengan anggaran sekitar Rp3 miliar.
"Alhamdulillah, dari program Pemkab tahun lalu, kami mendapat anggaran untuk renovasi total Embung Maluhu. Selain sebagai sumber irigasi, embung ini juga kami kembangkan untuk pengendalian banjir, perikanan, serta sektor pariwisata," ujar Joko saat diwawancarai awak media Senin (24/02/2025).
Sebagai bagian dari pengenalan potensi embung, pihak kelurahan telah menggelar Festival Embung Maluhu, yang mencakup lomba mancing di pagi hari, senam sore, serta acara hiburan malam. Embung seluas sekitar 8 hektare ini kini mulai dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat bersantai dan memancing.
"Rencananya, embung ini akan terus kami kembangkan sebagai destinasi wisata. Ke depan, akan ada tambahan fasilitas seperti gazebo, toilet, balai pertemuan, serta area camping yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sekolah atau komunitas," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat ini embung tersebut sudah dihuni berbagai jenis ikan seperti ikan emas, nila, bawung, lele, dan patin, dengan jumlah yang telah ditebar mencapai sekitar 100 ribu ekor.
Ia mengatakan untuk menjadikan embung sebagai tempat wisata dan pemancingan saat ini pihaknya tengah mengemas bagaimana manajemen tempat wisata embung Maluhu tersebut. Selain itu dirinya juga berencana untuk menambah spot-spot seperti gazebo, maupun tempat berjualan bagi UMKM, guna memastikan kenyamanan pengunjung nantinya.
"Saat ini masyarakat masih bebas memancing, tapi ke depan kemungkinan akan diberlakukan sistem berbayar dengan skema penimbangan hasil tangkapan. Targetnya, tahun ini semua fasilitas bisa selesai dan embung bisa dibuka secara resmi untuk umum sebagai tempat wisata," tutupnya (adv/tan)




