Pemkab Kukar Pangkas 50 Persen Anggaran Perjalanan Dinas, Pejabat Diminta Fokus di Wilayah Sendiri
Oleh Admin1 menit baca1.745 dibaca

(Bupati Kukar Edi Damansyah/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menekan anggaran perjalanan dinas (Perjadin) dan pertemuan sebagai langkah efisiensi sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mengurangi perjalanan ke luar daerah dan lebih banyak berkegiatan di wilayah sendiri.
Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan acara Ngapeh Hambat yang digelar, pada Senin (17/02/2025) di ruang serbaguna lantai satu Bappeda Kukar.Edi menegaskan bahwa kegiatan yang tidak mendesak harus dikurangi.
“Tidak perlu lagi ke Batam atau Bali, anggaran Rp232 miliar sudah terlalu banyak keluar untuk perjalanan luar Kukar. "tegas Edi saat diwawancarai awak media usai acara Ngapeh Hambat.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kukar, Sukotjo dalam acara tersebut, juga menyebutkan bahwa kebijakan ini akan memangkas beberapa anggaran.
“Perjadin Dalam Kota hingga 50 persen, Perjadin Biasa 60 persen, Meeting Dalam Kota 40 persen, dan Meeting Luar Kota 75 persen.” ungkap Sukotjo dalam paparannya.
Ia juga menjelaskan secara rinci pada APBD 2025, anggaran yang dialokasikan untuk Perjadin Biasa mencapai Rp223,9 miliar, Perjadin Tetap Rp1,5 miliar, dan Perjadin Dalam Kota Rp149,1 miliar. Selain itu, ada alokasi untuk Meeting Dalam Kota sebesar Rp29,5 miliar serta Meeting Luar Kota Rp58,6 miliar, dengan total keseluruhan mencapai Rp462,8 miliar.
Sebab itu Pemkab Kukar mendorong Pemangkasan Belanja Perjalanan Dinas 50 persen atau minimal sebesar Rp231.411.234.368 atau Rp232 Miliar. Guna mewujudkan efisiensi belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
Pada kesempatan tersebut Bupati Kukar ini juga menekankan agar, kegiatan dinas lebih banyak dilakukan di wilayah sendiri. Tentunya hal ini sebagai upaya perputaran ekonomi di Kukar.
“Saya sudah berulang kali menegaskan, workshop cukup di Kembang Janggut agar perputaran uang tetap di daerah kita, bukan ke luar.” tutup Edi (adv/tan)




