Dispar Kaltim Berkomitmen Perkuat Pengembangan Desa Wisata
Oleh Admin2 menit baca3.220 dibaca

Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata dan Ekenomi Kreatif (Parekraf) se Kaltim Tahun 2022
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-
Dimasa
pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini,
membuat berbagai sektor kehidupan
menjadi yang terdampak, salah satunya adalah industri pariwisata. Wisata domestik menjadi
preprensi pilihan utama wisatawan untuk berkunjung, dan itu menjadi peluang dan
kesempatan yang baik untuk segera menyiapkan diri dalam upaya peningkatan
kunjungan wisatawan.
Penegasan itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, pada saat pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pariwisata dan Ekenomi Kreatif (Parekraf) se Kaltim Tahun 2022, yang dilaksanakan di Poolbar Hotel Harris Samarinda, Senin (14/3/2022).
Sri Wahyuni menambahkan, selain mempersiapkan diri untuk menyambut kunjungan wisatawan, juga yang perlu menjadi perhatian adalah peningkatan pelayanan dan dipersifikasi atraksi wisata dimasing-masing daerah.
“Kami sudah berkomitmen untuk destinasi wisata dan industri pariwisata, dengan memperkuat pengembangan desa wisata dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan atraksiknya, termasuk Dinas pariwisata Provinsi dan kabupaten kota akan memprogramkan pelatihan SDM baik dalam bentuk pelatihan maupun sertifikasi, ” tandasnya
Sektor Pariwisata adalah sektor jasa, lanjut Sri Wahyuni maka pelayanan menjadi motor utamanya untuk mencapai keberhasilan pengembangan dan pembangunan sektor pariwisata.
“Dibidang pemasaran, kami mencatat bahwa kebutuhan data dan dukungan pemahaman, bahwa pariwisata tidak hanya menghasilkan kontribusi terhadap penerimaan pendapatan asli daerah, tetapi jauh lebih penting bagaimana pariwisata bisa memberikan multiplier effect kepada masyarakat. Karena dampak yang diterima masyarakat tidak secara langsung masuk ke kas daerah, tetapi mereka bisa mendapatkan secara langsung manfaatnya,” papar Sri Wahyuni.
Dikatakan, perhitungan dampak ekomomi terhadap masyarakat dapat dihitung melalui sebuah sistem perhitungan dari BPS yang disebut dengan Neraca Satelit Periwisata Daerah (Nesparda), sehingga tidak ada ke ragu-raguan untuk memberikan dukungan bagi pengembangan pariwisata.
“Pariwisata akan berkontribusi pada PAD melalui pajak hotel, pajak restoran maupun tempat hiburan, tetapi jauh lebih penting dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat yang bekerja secara langsung maupun tidak langsung di sektor pariwisata,” kata Sri Wahyuni.(mar)



