Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

DPTPH Kaltim Bahas FSVA

Oleh Admin1 menit baca3.790 dibaca

DPTPH Kaltim Bahas FSVA
BagikanWhatsAppFacebookX

Pertemuan koordinasi bidang ketahanan pangan.

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA - Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim gelar Pertemuan Koordinasi Bidang Ketahanan Pangan Provinsi Kaltim dengan narasumber Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Kaltim Profesor Bernatal Saragih, Badan Ketahanan Pangan Pusat Hasanuddin Rumra, Sub Koordinator Analisis Harga Produsen Ikin Sodikin, serta Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Muhammad Alimudin.

Dalam pertemuan di Ruang Rapat Oryza Sativa DPTPH Kaltim Jalan Basuki Rahmat Samarinda, Jumat (19/11/2021), dibahas masalah Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/FSVA) Neraca Pangan Strategis, Neraca Bahan Makanan dan Harga Pangan, diikuti 65 peserta terdiri Enumerator kabupaten dan kota se Kaltim.

"Urusan pangan bukan hanya menyediakan pangan, tidak. Tapi bagaimana pangan mencukupi dan masyarakatnya sehat terpenuhi kebutuhan gizinya," kata Kepala DPTPH Kaltim Siti Farisyah Yana saat membuka pertemuan.

Masalah pangan lanjutnya, menjadi urusan wajib pemerintah. Karenanya, pangan bukan semata tersedia, tetapi tersalurkan secara baik dengan harga stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

"Disinilah pentingnya keberadaan petugas Enumerator kita atau petugas pengumpul data harga dan pasokan pangan di wilayah provinsi dan kabupaten/kota, serta melaporkan setiap hari," jelas Yana.

Ditambahkannya, petugas Enumerator masuk Tim FSVA terdiri Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Badan Pusat Statistik, Dinas Perindagkop, Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan.

"Ini kami mengundangkan para petugas Enumerator dari kabupaten dan kota, serta petugas kita di provinsi, guna menambahkan dan meningkatkan wawasan serta kualitas kinerja mereka di lapangan," ungkapnya.

Yana menambahkan kebijakan ketahanan pangan yakni pendataan, sebagai dasar pengambil kebijakan pemerintah daerah, terutama untuk pemantauan kondisi kerawanan pangan.

"Hasil laporan petugas Enumerator, pada saat hari-hari tertentu, intervensi apa yang dapat melakukan pemerintah untuk ketersediaan pangan dan stabilitas harganya," pungkas Yana.(mar)

BagikanWhatsAppFacebookX