Jelang Ramadhan Stok Komoditi Daging Mencukupi
Oleh Admin3 menit baca5.921 dibaca

(Kebutuhan pokok jelang ramadhan di Kaltim aman, termasuk kebutuhan daging)
SAMARINDA- Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim H Dadang Sudarya mengatakan, menjelang Ramadhan dan menghadapi Idul Fitri 1441 Hijriah tahun ini persediaan komoditi asal ternak baik, daging sapi, daging kambing, daging kerbau dan telur stok masih aman, bahkan stok daging ayam surplus.
Dadang Sudarya mengatakan surplus daging tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) yang telah dilakukan bersama para pengusaha, baik pengusaha sapi potong, distributor daging beku, para peternak ayam ras pedaging, peternak ayam petelor maupun dengan perhimpunan insan perunggasan rakyat (Pinsar) serta dengan para breeding farm (Industri pembibitan unggas).
"Hasil Rakor yang telah dilaksanakan melalui telekonference awal bulan April lalu , dapat disimpulkan bahwa persiapan untuk kebutuhan daging sapi, daging kambing, , maupun kebutuhan telor, ketersediaannya masih melebihi dari kebutuhan masih aman, terutama ayam ras pedaging stoknya justru surplus, jadi tidak perlu khawatir kekurang menjelang Ramadhan meupun menghadapi Idul Fitri mendatang ," kata Dadang Sudarya, usai mengahadiri Video Conference (Vicon) dengan Mendagri Tito Karnavian dengan kepala daerah se Indonesia, terkait ketahanan pangan dalam menghadapi kasus Covid-19 , yang berlangsung di Ruang Heart Of Borneo Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (7/4/2020).
Dadang menambahkan , terkait dengan stok daging yang masih mencukupi bahkan surplus baik menjelang Ramadan sampai Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Justru sekarang ini terjadi penurunan permintaan dari permintaan pasar, hal tersebut dampak dari kasus Covid-19, sehingga masyarakat jarang ke pasar karena diberlakukannya social distancing , termasuk banyaknya restoran-restoran, warung makan banyak yang tutup,
“Dampak dari kasus Covid-19 dengan pemberlakukan social distancing , cukup signifikan terhadap permintaan daging ayam, sehingga penurunan permintaan konsumen terhadap daging ayam mencapai 30 persen sampai 38 persen, sehingga stok daging ayam berlebih (surplus),” tandas Dadang.
Walaupun demikian, lanjut Dadang mulai Senin (6/4/2020) permintaan akan daging ayam mulai kembali berangsur-ansur naik, karena polanya sekarang masyarakat membeli daging ayam untuk tiga hari kedepan, tidak hari kepasar, dan di stok sesuai kemampuan lemari pendingan (kullkas) masing-masing.
“Termasuk harga juga sudah mulai membaik di peternakan , seperti pada tanggal 2 April harga ayam dipeternakan turun sampai Rp14 ribu/kg, dan sekarang sudah mulai berangsur-angsur naik menjadi Rp18 ribu/kg (berat hidup ayam), dan harga dipasar juga relatif normal,” ujarnya.
Bukan saja pedaging ayam, kata Dadang untuk ternak sapi juga berlebih , seperti ketersediaannya 18.764 ekor (1.778 ton) sementara kebutuhan 18.510 ekor (1,754 ton). Daging Kambing ketersediaan 15.150 ekor (205 ton) sementara kebutuhan 14.257 ekor ( 192 ton). Ayam ras pedaging 13.456.057 ekor (13.860 ton) kebutuhan 13.231.015 ekor ( 13.628 ton).
Untuk daging sapi beku ketersediaan 986.200 kg (986.2 ton), kebutuhan 966.200 kg (966.2 ton). Daging beku Kambing 42.280 ekor (49.3 ton) dan kebutuhan 45.53 ekor ( 45.5 ton). Kemudian daging ayam beku ketersediaan 597.746 ekor (597.7 ton) dan kebutuhan 497.746 ekor ( 497.7 ton). Kemudian telur ayam ketersediaan 4.855 ton sementara kebutuhan 4.765 ton.
“Jadi kebutuhan daging baik untuk bulan Ramadhan maupun Hari Raya Idul Fitri mendatang ,ketersediaanya sangat cukup bahkan untuk daging ayam melebihi dari kebutuhan, oleh karena itu kita harapkan masyarakat tidak berbelanja berlebihan, karena stok daging di Kaltim masih aman, baik daging ayam, daging sapi, daging kambing maupun telor ayam,” pesan Dadang Sudarya.(mar)




