Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
Diskominfo KukarAdvertorial

Desa Kahala Terus Dorong Kemandirian Pangan

Oleh Admin2 menit baca1.276 dibaca

Desa Kahala Terus Dorong Kemandirian Pangan
BagikanWhatsAppFacebookX

(Kantor Desa Kahala, Mahlan/pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Di tengah tren alih profesi petani ke sektor perkebunan sawit, Pemerintah Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), justru mengambil langkah berani dengan memperkuat kembali sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan desa.

Kepala Desa Kahala, Mahlan menegaskan bahwa pertanian tak boleh ditinggalkan hanya karena fluktuasi harga dan tantangan cuaca.

Baginya, sektor pangan adalah fondasi penting untuk menjaga kemandirian dan ketahanan ekonomi warga.

 “Kami tetap semangat melanjutkan program pertanian ini. Lahan sudah dibuka, jadi program harus terus berjalan,” ujarnya saat diwawancarai belum lama ini.

Diakuinya juga meski cuaca tak menentu menjadi tantangan besar, Pemdes Kahala tidak surut langkah. Tahun lalu, pengelolaan lahan pertanian seluas enam hektare berhasil digarap.

Tahun 2025, targetnya meningkat menjadi  10 hektare dengan fokus pada padi sebagai komoditas utama.

“ Upaya ini bukan hanya untuk menjaga pasokan pangan, tetapi juga untuk membangkitkan kembali semangat generasi muda agar tertarik kembali bertani,” katanya.

Menurut Mahlan, pergeseran minat warga ke sawit menjadi alarm bagi keberlanjutan pangan desa. Ia mengaku banyak petani meninggalkan lahan sawah demi keuntungan jangka pendek.

“Sekarang entitas petani mulai memudar, banyak yang beralih ke sawit. Karena itu, kami berusaha menghidupkan lagi minat bertani padi lewat pengelolaan yang lebih profesional oleh BUMDes Kahala,” jelasnya.

Mahlan juga menyebut selain mengandalkan Dana Desa, Pemdes Kahala membuka peluang kemitraan dengan pihak swasta untuk memperluas lahan garapan.

Ia mengatakan jika kerja sama tersebut terealisasi, potensi lahan yang bisa digarap diperkirakan mencapai 100 hektare.

 “Kami sudah siapkan lahan. Kalau kerja sama berjalan, potensi penggarapan bisa jauh lebih luas,” tambah Mahlan.

Pemerintah desa juga telah berkoordinasi dengan Pemkab Kutai Kartanegara untuk mendapatkan dukungan, mulai dari bantuan alat, pendampingan, hingga fasilitasi pembukaan lahan baru.

Dirinya juga menegaskan, meski pembangunan di sektor lain tetap berjalan, fokus utama tahun 2025 tetap pada pertanian.

“Bantuan dari sektor lain tetap ada, tapi prioritas utama kami tahun ini adalah pertanian. Ini untuk kepentingan jangka panjang masyarakat,”tuturnya.

Melalui Program revitalisasi pertanian ini Mahlan berharap dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di wilayah hulu Kukar.  Dan sektor pertanian bisa kembali hidup dan menciptakan peluang kerja baru bagi masyarakat desa.

“ Kalau petani sejahtera, desa akan kuat. Ketahanan pangan tidak bisa bergantung pada impor atau sektor lain. Harus dimulai dari desa, dari tanah kita sendiri,” pungkas Mahlan. (Adv/Tan)

BagikanWhatsAppFacebookX