Upaya Kutai Kartanegara Menghapus Kemiskinan
Oleh Admin2 menit baca1.365 dibaca

(Kegiatan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan dan Rancang Strategi untuk tahun 2025/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR : Di balik angka-angka statistik yang menunjukkan penurunan angka kemiskinan di Kutai Kartanegara, ada cerita tentang harapan, kerja keras, dan perjuangan yang tak kenal lelah dari berbagai pihak.
Pada Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Tahun 2024, pada Selasa (24/12/2024) yang digelar di lantai 1 gedung Bappeda. Pemerintah daerah Kutai Kartanegara (Kukar) bersama para pemangku kepentingan berkumpul untuk mengevaluasi upaya yang telah dilakukan dan merancang strategi baru untuk tahun-tahun mendatang.
Plt Kepala Bappeda Kukar, Sy. Vanesa Vilna pada kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di Kukar turun dari 7,61% pada 2023 menjadi 7,28% di 2024.
Lebih lanjut, dijelaskannya di balik angka tersebut, ada sekitar 3.000 orang yang kini memiliki kehidupan yang sedikit lebih baik. Lebih membahagiakan lagi, kemiskinan ekstrem berhasil ditekan hingga 0% pada tahun 2023.
Namun, di tengah pencapaian ini, masih ada banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
“Di desa-desa terpencil seperti Muara Kaman dan Anggana, keluarga-keluarga masih hidup di rumah tidak layak huni dengan fasilitas sanitasi yang terbatas. Mereka adalah wajah-wajah di balik angka yang seringkali tak terlihat di balik laporan resmi.” ungkap Vanesa yang kerap di panggil Nana
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berkomitmen untuk fokus pada tiga hal utama mengurangi beban pengeluaran keluarga miskin, meningkatkan pendapatan mereka, dan memastikan program bantuan menjangkau wilayah-wilayah dengan kemiskinan tertinggi.
“Program ini bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Ini tentang bagaimana satu keluarga bisa makan tiga kali sehari, bagaimana anak-anak bisa sekolah tanpa harus memikirkan biaya, dan bagaimana setiap rumah memiliki sanitasi yang layak,” ujar Vanesa dengan penuh harap.
Selain itu, menurutnya melalui keterlibatan aktif masyarakat, akademisi, dan organisasi non-pemerintah, program Rumah Warga Pekerja Kemiskinan (RWPK) diharapkan dapat menjadi solusi nyata di lapangan.
“Ditambah dengan penggunaan teknologi melalui aplikasi SIFERPAL, pemerintah optimis perencanaan dan pelaksanaan program akan lebih terarah dan efektif.” tandasnya.
Dengan adanya upaya penekanan angka kemiskinan di Kukar ini, tentu di balik setiap rapat koordinasi Kukar dan angka statistik, ada senyum seorang anak yang tidak lagi tidur dalam kondisi lapar, ada seorang ibu yang kini bisa menjahit untuk membantu perekonomian keluarga, dan ada seorang ayah yang mendapatkan pekerjaan layak.
Inilah wajah sejati dari perjuangan melawan kemiskinan di Kutai Kartanegara. Karena bagi pemerintah, penanggulangan kemiskinan bukan hanya tentang data, tetapi tentang kehidupan yang lebih bermartabat untuk semua. (tan)



