Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Sekda Sri Resmi Buka Paviliun Kaltim Dipameran Trade Expo Indonesia 2024

Oleh Admin2 menit baca1.406 dibaca

Sekda Sri Resmi Buka  Paviliun Kaltim Dipameran Trade Expo Indonesia 2024
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS, TANGERANG: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni resmi membuka Paviliun Kaltim pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2024.  Pelaksanaan pameran dagang internasional terbesar di Indonesia itu, dihelat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang,  Rabu (9/10/2024).

Sekda Sri Wahyuni, mengatakan event  Trade Expo Indonesia (TEI) diharapkan menjadi sarana UMKM untuk mengenalkan  produk-produknya serta memperluas pasar ekspor ke manca negara.

“Di Ekspo ini UMKM bertemu dengan buyernya (pembeli) dari luar negeri, memperbarui kontrak hingga penambahan volume,” katanya.

Pemprov Kaltim, melalui Dinas Perindagkop UKM, nantinya akan mengumpulkan data dari pelaku usaha dan buyer  terkait permintaan dan perkembangan perdagangan selama TEI berlangsung.

“Data ini akan menjadi peta bagi kita, membangun ekosistem pada komoditas UMKM yang bisa menembus pasar global,”ungkap Sri Wahyuni.

Sekda Sri menambahkan, selain terus melakukan penetrasi pada pasar global, UMKM juga harus terus mengembangkan pasar domestik atau lokal, mengingat kondisi ekonomi global yang menurun.

“Kita optimalkan kerjasama dengan para pihak sehingga pasar domestik semakin terbuka. Semisal dengan asosiasi perhotelan, restoran dan lainnya,”kata Sekda yang didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi UKM Kaltim, Heni Purwaningsih.

Sementara  Presiden Republik Indonesia  Joko Widodo dalam sambutan saat  membuka  Trade Expo Indonesia (TEI)  ke-39 tahun 2024.  menyoroti kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, dengan pertumbuhan ekonomi yang lambat di kisaran 2,6 hingga 2,7 persen, serta inflasi global yang diperkirakan mencapai 5,9 persen.

Selain itu, Presiden juga mengingatkan tentang dampak perang konvensional dan perang dagang yang masih berlangsung, sehingga mendorong banyak negara memberlakukan kebijakan restriksi perdagangan. Hingga saat ini, setidaknya 19 negara telah menerapkan kebijakan tersebut, yang berdampak pada penurunan volume perdagangan global.

“Indonesia sebagai negara dengan pasar domestik besar harus mampu melindungi pasar dalam negerinya dan terus memperluas pasar produk lokal ke luar negeri. Harus mampu melindungi pasar domestik kita, harus mampu memasarkan produk-produk kita, agar kita mampu menguasai pasar di dalam negeri dan juga terus merambah secara luas di pasar luar negeri,”kata  Presiden.(mar)

BagikanWhatsAppFacebookX