Dispar Kutai Timur Gelar Pelatihan Alat Musik Tradisional Paduan Gambus dan Sape
Oleh Admin2 menit baca3.128 dibaca

Pelatihan alat musik tradisional Gambus dan Sape yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kutai Timut.
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Dinas Pariwisata
(Dispar) Kabupaten Kutai Timur, menggelar pelatihan alat musik tradisional
Gambus dan Sape. Ini diperuntukkan untuk para generasi muda guna melestrarikan
budaya warisan leluhur di daerah itu.
Helatan itu berlangsung selama tiga hari mulai dari Sabtu,25-11 Hingga senin 27-11-2020. Gelaran itu dibuka Kepala Dinas Pariwisata Kutim, Nurullah, mengatakan, untuk menjalankan misi melestarikan budaya dan alat music tradisional agar tak lekang oleh waktu. Tongkat estafet bisa dilanjutkan oleh para generasi muda yang tidak hanya saja mengenal musik modern.
"Kita ingin agar generasi muda ikut andil dalam pelestarian alat music tradisional seperti gambus dan safe. Ini dimaksudkan agar mereka ikut membudayakan warisan leluluhur," ujar Nurullah,Sabtu 25/11/2023.
Dispar Kutim berkiblat dengan amanah Undang-undang Ekonomi Kreatif (Enkraf) tentunya, Pemerintah wajib andil bukan saja mengembangkan, namun juga membina dan melatih para insan Enkraf itu sendiri.
"Hari ini kita fokus pelatihan alat musik tradisional seperti Gambus dan Sape bahkan setiap event musik budaya yang selalu kita ditampilkan. Intinya kita ingin alat musik tradisional di Kutim dapat tumbuh dan terus bergema," beber Nurullah.
"Untuk itu, kami terus melakukan inovasi. salah satunya dengan melakukan pelatihan dan memang harus ada pembinaan agar musik ini tidak punah,"ujarnya.
Ia optimis dengan pagelaran pelatihan ini, tentunya dapat melahirkan Seniman berbakat dan tampil di genre musik tradisional.
"Kita inginnya ada semacam event di panggung besar. Yang endingnya budaya music tradisional tetap melekat. Nah, dari pelatihan ini bisa membawa mereka ke panggung atau konser untuk bisa berkarya menampilkan ferforma memadukan alat music tradisional, karena semua masyarakat intinya semuanya menyukai musik, ", ucapnya.
Pun demikian, animo masyarakat khususnya Seniman musik tradisional di Kutim masih terbilang sangat minim. Hanya bisa hitungan jari . Dan yang eksis hanya yang tua-tua saja.
"Tentunya kita berharap agar alat music tradisional ini, bisa menunjjukkan eksistensinya dan berharap generasi muda dapat meneruskan tongkat estafet yang menggaungkan alat music tradisional hingga ke kancah internasional," harapnya.(adv/nan)




