Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
DISKOMINFO KUTIMAdvertorial

Pemkab Kutai Timur, Capai Penghargaan Tertinggi dari Kemendes sebagai Kawasan Transmigrasi Berbasis Mandiri

Oleh Admin2 menit baca2.824 dibaca

Pemkab Kutai Timur, Capai  Penghargaan Tertinggi dari Kemendes  sebagai   Kawasan Transmigrasi  Berbasis Mandiri
BagikanWhatsAppFacebookX

Kepala Bidang Transmigrasi Isriza

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUTIM- Kabupaten Kutai Timur, meraih penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi berkat andilnya dalam kawasan transmigrasi dengan status mandiri. Penghargaan disematkan sebagai apresiasi Kementrian PDTT dalam pencapaian positif  mengelola dan memajukan wilayah transmigrasi di Daerah itu.

Kepala Dinas Ketanagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutai Timur Sudirman Latif, melalui Kepala Bidang Transmigrasi Isriza Prihatin, menyampaikan, pihaknya saat ini konsen pada pengembangan infrastruktur di Kawasan transmigrasi.

"Kita targetkan dari 49 Desa transmigrasi yang ada di Kutai Timur, menjadikan basis Desa transmigrasi mampu mandiri. Ihwal ini sesuai dengan indeks Desa Membangun yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa,"ujarnya Rabu,22/11/2023.

Ia menjelaskan metode kerjasama dan jalinan komunikasi yang erat dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi. Koordinasi yang baik antar instansi menjadi landasan untuk menyusun rencana pembangunan yang efisien dan merata.

Kendati demikian problema yang kerap menjadi batu sandungan dapat ditepis karena pihaknya tetap berpoedoman dengan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) sebagai bagian yan tidak dapat di pisahkan dengan aspirasi masyarakat.

"Untuk kendala pelaksanaan program cukup baik, karena program ini hasil dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang melibatkan partisipasi masyarakat. Kendala yang mungkin timbul belum terlihat secara signifikan, dan kami akan terus berupaya memastikan program ini memberikan dampak positif secara nyata," paparnya.

Dijelaskan, capaian penghargaan dengan kawasan transmigrasi mandiri menegaskan komitmen pemerintah Kutai Timur dalam memberdayakan wilayah transmigrasi menuju tingkat daya saing yang lebih tinggi.

"Upaya ini dapat memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat transmigran dan meningkatkan ekonomi di Kabupaten Kutai Timur secara keseluruhan," bebernya.

Hanya saja, menurutnya masih ada beberapa Desa yang belum mampu untuk berdikari. Kendatipun diakui program yang tengah digagas tidak melulu hasil akhir, namun diperlukan sebuah proses yang tidak mudah.

"Untuk sementara, dari 49 desa transmigrasi, baru 7 desa yang sudah mencapai status mandiri, sedangkan yang lain masih berada pada tingkat perkembangan yang berbeda. Target kami adalah membuat semua desa transmigrasi mandiri, dan infrastruktur menjadi salah satu indikator penting untuk mencapai hal tersebut," ungkap Isriza.

Sebagai informasi, penghargaan transmigrasi dengan status mandiri diberikan kepada Kutai Timur sebagai bentuk apresiasi dari Kementerian Desa. Status ini menempatkan Kabupaten Kutai Timur satu tingkat di bawah penghargaan transmigrasi dengan status tertinggi. Saat ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus berupaya mencapai penghargaan tertinggi, yakni transmigrasi yang berdaya saing.(adv/nan)

BagikanWhatsAppFacebookX