Pj Gubernur Minta Tetap Waspada Super El Nino
Oleh Admin1 menit baca2.028 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik menegaskan, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diminta kepada seluruh masyarakat Kaltim dan khususnya kepada dinas instansi terkait tetap waspada terhadap super EL Nino yang melanda tujuh daerah di Indonesia.
“Kita bersyukur, khususnya di Kalimantan Timur sudah mulai turun hujan walaupun tidak maksimal, sehingga dapat mengurangi dampak dari kerewananan kebakaran hutan dan lahan, ” kata Akmal Malik saat memimpin rapat koordinasi secara virtual, tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, pada Rakor penjabat kepala daerah se Indonesia di Jakarta pada 30 Oktober 2023. Sabtu (4/11/2023) lalu.
Dirjen Otda Kemendagri itu juga berharap kepada dinas instansi terkait yang secara langsung berkaitan dengan tugas-tugas penanganan terhadap dampak super El Nino ini untuk selalu waspada, baik itu BPBD, Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, untuk segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya.
“ini Penting agar kita bisa melakukan antisipasi dan langkah-langkah penanganan terhadap dampak super El Nino,”tandasnya.
Dampak Super El Nino, Lanjut Akmal Malik, naikkannya suhu Bumi, yang menyebabkan kemarau panjang, sehingga , menyebabkan kemarau dan gagal panen, dan itu telah melanda beberapa daerah di tanah air, oleh karena itu Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Disperindagkop maupun lembaga terkait untuk melakukan antisipasi jangan sampai terjadi terhadap kelangkaan komoditi pangan.
“Karena itu kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat, sangat penting dilakukan, ini penting untuk menjaga dan mengantisipasi kekurangan stok kebutuhan pokok masyarakat, sehingga tidak terjadi lonjakan harga, yang menyebabkan inflasi.
“Oleh karena itu perlu dilakukan antisipasi dengan melakukan kerja sama antar daerah yang meliputi seluruh komoditas pangan strategis, setiap item komoditas dikaji oleh setiap daerah, di mana daerah yang kekurangan komoditas mengambil dari daerah yang surplus komoditas pangan, serta perlunya terus mendorong peran dan kerjasama dengan dinas dan lembaga, termasuk TPID dalam upaya pengendalian inflasi di daerah,” terang Akmal Malik. (mar)



