38 Anggota Paskibraka Kaltim Diberikan Pembekalan, Sekda: Saling Menguatkan dan Bangun Kolaborasi
Oleh Admin2 menit baca2.348 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim menggelar pembekalan kepada 38 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) Provinsi Kaltim, di Aula Dispora Kaltim, Kamis (10/8/2023).
Pembekalan kepada 38 anggota Paskibraka yang berasal perwakilan kabupaten kota se Kaltim, disampaikan Sekretaris Daedah Provinsi (Sekdaprov) Sri Wahyuni. Dan dihadiri Kepala Dispora Kaltim HM Agus Hari Kesuma berserta jajarannya, para pelatih dan pembimbing Pasibraka Kaltim.
Sekda Sri Wahyuni berpesan kepada anggota Paskibraka agar senantiasa mentaati apa yang dilatihkan oleh para pelatih dengan rasa sungguh-sungguh, disiplin dan semangat yang tinggi. Karena tugas yang diemban para calon pasukan pengibar bendera merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dijiwai dengan rasa ikhlas untuk pengabdian kepada generasi muda.
“Tugas dan amanah ini merupakan kebanggaan yang tidak semua generasi muda terpilih untuk menjadi Paskibraka. Oleh karena itu harus bersyukur, karena punya kesempatan mengikuti dan menjadi anggota Paskibraka Kaltim,” kata Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni juga berpesan kepada anggota Paskibraka Kaltim agar kegiatan ini bisa dijadikan sebuah peluang, semuanya mendapatkan saudara baru, senasib sepenanggungan, saling hormat menghormati dan saling menghargai, hidup ini harus bisa saling bantu membantu satu sama lain.
“Kemudian tim harus saling menguatkan, kolaborasi sekarang menjadi penting, bukan kompetesi. Kompetesinya adalah bagaimana membangun kolaborasi sebaik-baiknya itu adalah kompetesi sekarang,” pesan Sri Wahyuni.
Sekda Sri Wahyuni juga memberikan semangat dan motivasi kepada anggota Paskibraka Kaltim tahun 2023, bahwa mereka adalah menjadi bagian dari bonus demografi Kaltim tahun 2030, bonus demografi itu mereka yang dalam usia produktif yang jumlahnya nanti akan banyak, dan mereka nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin di berbagai bidang baik ekonomi, politik, sosial budaya,
“Untuk menuju ke sana, mereka perlu siap mental dan fisik, dan tidak hanya intelijen, selama ini anak-anak muda kita tidak lepas dari gadget, tapi setelah dilatih di sini selama 3 minggu, mereka betul-betul lepas dari gadget, dan menjadi ruang pembinaan mental yang baik untuk interaksi dengan masyarakat, karena itu mempersiapkan mental dia untuk menghadapi masyarakat ke depan. Mereka memang bertugas sebagai Paskib, tapi harapan Kita mereka nanti lebih dari itu karena pembentukan fisik mental, bertugasnya di Paskib tapi sebenarnya meraka bisa menjadi agen-agen perubahan pembangunan Kaltim ke depan,” papar Sri Wahyuni.(mar)



