Wagub: Peran Tomas dan Toga Mengatasi Panic Buying
Oleh Admin2 menit baca2.488 dibaca

Hadi Mulyadi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Menjelang bulan suci Ramadan maupun pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, Waki Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi meminta kepada tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (Toga) untuk berperan memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak terjadi panic buying atau berbelanja berlebihan.
“Kadang-kadang menjelang bulan suci Ramadan ada informasi yang hoax, akhirnya masyarakat menyerbu pasar untuk berbelanja kebutuhan, padahal tidak apa-apa, tetapi dampak dari itu menimbulkan inflasi, dan ini harus diantisipasi, oleh karena itu peran Tomas dan Toga sangat penting untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak panic buying,” pesan Hadi Mulyadi pada saat membuka Rapat High Level Meeting Tim pengendalian inflasi Daerah, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, belum lama ini.
Hadi Mulyadi menambahkan, Pemprov Kaltim mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama dapat memberikan ketenangan dan pemahaman di tengah masyarakat agar menjelang hari besar keagamaan seperti menjelang bulan suci Ramadan ini, hendaknya mampu berperan dalam mengatasi panic buying.
“Tomas dan Toga bisa mengambil langkah-langkah strategis yaitu memberikan imbauan kepada masyarakat, untuk bersikap tenang dan berbelanja sesuai porsi dan kebutuhannya saja,” tandasnya.
selain itu, mantan Legislator Karang paci dan Senayan itu mengatakan atas nama Pemprov Kaltim mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada seluruh tim pengendalian inflasi provinsi dan kabupaten kota, Satgas pangan Kaltim, bulog, pertamina, termasuk TNI/Polri untuk mendetiksi masalah-masalah pertahanan dan keamanan yang menimbulkan gejolak perekonomian.
“Terima kasih kepada TIN/Polri yang secara kontinyu memberikan informasi, sehingga sedini mungkin bisa kita antisipasi hal-hal yang dapat menimbulkan inflasi di daerah, termasuk dinas instansi dan lembaga terkait lainnya, yang turut memberikan andil dalam kelancaran pertimbuhan perekonomian di Kaltim,” ujarnya.
Hadi Mulyadi juga menegaskan, berdasarkan hasil laporan BSP Kaltim, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Disperindagkop dan UKM Kaltim, ketersediaan pasokan komoditi pangan di Kaltim, diperkirakan cukup aman sampai dua, tiga bulan kedepan.
“Dalam menyambut Bulan Suci Ramadan dan hari Raya Idul Fitri, ketersediaan komoditi pangan kita aman, dan tercukupi dua sampai tiga bulan kedepan, oleh karena itu kita harapkan kepada seluruh masyarakat Kaltim tidak perlu khawatir, dan jangan panic buying atau membeli kebutuhan secara berlebihan,” tegas Hadi Mulyadi (mar)



