Gubernur : Pembangunan IKN Nusantara Jangan Ada yang Pesimis
Oleh Admin1 menit baca2.330 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN-Gubernur Kaltim H Isran Noor mengharapkan kepada seluruh peserta Rapat Kerja (Raker) Pengedalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan tahun 2023, agar dapat memberikan informasi yang sama, jangan ada rasa pesimis, atau merasa ada mengganggu lingkungan karena pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Itu harus disampaikan, karena kita sudah mempersiapkan segala hal terkait dengan untuk merevitalisasi, merestorasi hutan, yang selama ini kawasan IKN ada masuk hutan produksi, dan sudah ada Nursery atau tempat persemaian, pembibitan Mentawir di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, yang dapat memproduksi sebanyak 20 juta bibit pohon unggulan untuk menghijaukan kawasan IKN Nusantara,” kata Isran Noor usai membuka Raker Pengedalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan tahun 2023, di Hotel Platinum Balikpapan, Selasa (7/3/2023).
Nanti kawasan 250 ribu hektar IKN lanjut Isran Noor, itu maksimal 12% yang dijadikan kawasan pembangunan, sisanya adalah untuk kawasan hijau kembali hutan, makanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Provinsi Kalimantan Timur memiliki konsep forest city dengan memastikan pembangunan kota dapat tetap mempertahankan fungsi hutan, keanekaragaman hayati dan tidak merusak lingkungan.
“Dan di IKN Nusantara akan menggunakan teknologi-teknologi yang ramah lingkungan misalnya saja untuk angkutan transportasi itu menggunakan bahan-bahan tidak menggunakan fosil tapi menggunakan elektrik atau gas, kira-kira seperti itu,” jelas Isran Noor kepada awak media.
Selain menjaga lingkungan hidup di kawasan IKN Nusantara, pemerintah tentunya juga memperhatikan dan masuk dalam program seperti lahan gambut, hutan mangrove, kemudian juga nanti di hutan di laut itu ada yang namanya terumbu karang,
“itu juga bagian yang bisa dikendalikan, dilestarikan, bagunn dan dipelihara. Terumbu karang kita itu kan penghasil karbon bagus paling bagus, jadi semua yang ada kaitannya dengan lingkungan pasti kita jaga kelestariannya. Oleh karena itu, diminta jangan ada lagi yang pasimis bahwa pembangunan IKN Nusantara akan mengganggu lingkungan,” pesan Isran Noor.(mar)



