Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Buka Workshop Menulis, Wagub: Ingin Maju Harus Banyak Menulis dan Membaca

Oleh Admin3 menit baca2.448 dibaca

Buka Workshop Menulis, Wagub: Ingin Maju Harus Banyak  Menulis dan Membaca
BagikanWhatsAppFacebookX

Wagub Hadi Mulyadi saat membuka Workshop Menulis

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Wakil Gubernur Kaltim membuka Workshop Menulis yang diselenggarakan  Gerakan Ayo Menulis (Geram) Provinsi Kaltim bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah  (DPKA) Provinsi Kaltim, di Gedung  Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kaltim, Jumat (3/3/2023).

Wagub Hadi Mulyadi membertikan apresiasi kepada Geram Kaltim yang bekerjasama dengan DPKA Kaltim yang telah menyelenggarakan Waorkshop Menulis. karena menuli merupakan sesuatu yang harus dibudayakan dan menjadi hal  penting dalam bagian kehidupan.

“Ada dua pekerjaan yang harus di dilakukan oleh kita yang ingin maju, yaitu membaca dan menulis, makanya Al Quran itu disebut sebagai Qiruah (bacaan) dan Al quran juga disebut sebagai  Al Qalam (tulisan), jadi membaca dan menulis itu sesautu yang harus di lakukan bagi orang yang ingin maju,” tegas Hadi Mulyadi saat membuka Workshop Menulis. yang dihadiri Kepala DPKA Kaltim HM Syafranuddin, perwakilan BPMO Kaltim, nara sumber Awaluddin Syaddad (mentor ribuan penulis)

Ketika masih kecil dulu, lanjut Hadi Mulyadi, diwajibkan untuk belajar Calistung  (membaca, menulis dan berhitung), tapi bukan sekedar membaca abjad, dan bukan sekedar menulis, tetepi harus dikembangkan membaca dan menulis dengan artian lebih luas.

“Jadi Calistung pada saat kita masih duduk di sekolah dasar waktu dulu, sudah berbeda ketika kita sudah duduk di bangku SMP, SMA maupun ketika sudah dewasa, sebenarnya Calistung itu tidak pertnah berhenti, tapi karena kita salah paham, anak-anak sudah bisa membaca dan menulis dikira perkerjaan sudah berhenti, sebenarnya tugas kita belum berhenti, tetapi harus mengajarkan membaca dan menulis yang produktif, edukatif, inovatif, oleh karena itu kegiatan workshop penulis ini sangat penting, sebagai lanjutan dari Calistung yang pernah diajarkan guru kita maupun orang kita waktu masih SD,” paparnya.

Terkait  Calistung, lanjut  Hadi Mulyadi yang juga penasehat Geram Kaltim  tentu banyak yang belum paham dan menyadarinya,  sehingga  masih banyak  orang-orang yang tidak menyadari pentingnya menulis,

“Oleh  karena itu, kami bangga kepada Geram Kaltim yang telah memfasilitasi, mempromosikan dan mengaktivasi para guru dan berbagai profesi yang mengikuti workshop menulis ini,” ujarnya.

Menurut mantan Legislator Karang Paci dan Senayan itu, menulis itu tidak gampang, dan seorang penulis harus banyak membaca, karena seorang penulis yang gemar mambaca tentu bobot tulisannya tentu berbeda dengan penulis yang tidak banyak membaca.

“Kita akan bisa menilai  seorang penulis yang banyak membaca dan yang tidak membaca melalui bobot tulisan dan karya dihasilkan, oleh karena diharapkan kepada seluruh peserta workshop menulis, jangan pernah berhenti membaca dengan berbagai macam literatur,” pesannya.     

Hadi Mulyadi juga memberikan tip-tip atau kreteria  cara menulis yang baik, yaitu  selain banyak membaca, seorang penulis harus punya misi dalam menulis, sehingga tulisan yang dibuat dapat bermanfaat dan kebaikan sebanyak-banyak  bagi pembaca,  dan menulis karya harus dilakukan dengan hati, serta menulis harus memperhatikan deksi atau pilihan kata itu juga penting, kemudian harus melihat situasi,  supaya karya tulisan yang dibuat uptudate,  dan tulisan harus ada rasa seninya,

Ketua Geram Kaltim   Denok Asmiati melaporkan  peserta yang mengikuti Waorkshop Menulis Jilid III berlangsung dua hari mulai tanggal 3 sampai 4 Maret secara daring  dan during,  dan diikuti  sebanyak 110 peserta, yang terdiri dari guru dan berbagai kalangan seperti wiraswasta,  dari berbagai kabupaten kota se Kaltim, bahkan calon penulis dari  luar Kaltim seperti dari Banyuwangi, dosen dari Bali,  Bulungan secara online.(mar)

BagikanWhatsAppFacebookX