Atasi Masalah Gizi Memerlukan Aksi Lintas Sektoral
Oleh Admin2 menit baca2.910 dibaca

Pertemuan Edukasi Gizi Seimbang di Semua Tatanan Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2022,
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Upaya mengatasi masalah gizi memerlukan aksi lintas sektoral, karena disebabkan oleh faktor multi dimensi, penyebab langsung adalah asupan makan yang tidak memadai dan penyakit infeksi yang berulang. Semua faktor ini dipengaruhi oleh faktor tidak langsung seperti salah satunya adalah rendahnya pendidikan dan kurangnya pengetahuan tentang gizi seimbang di masyarakat.
“Sehingga penanggulangan masalah gizi harus didukung bersama-sama pemerintah daerah, dunia usaha, dunia pendidikan, media massa, masyarakat umum, dan lainnya. Hal ini semua dilakukan agar penurunan stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh wilayah Provinsi Kaltim,” kata Kapala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim H Jaya Mualimin, saat membuka Pertemuan Edukasi Gizi Seimbang di Semua Tatanan Tingkat Provinsi Kaltim tahun 2022, di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (2/12/2022).
Jaya menambahkan, upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.
“Arah perbaikan program gizi tahun 2020 – 2024 diantaranya perbaikan pola konsumsi makanan yang sesuai dengan gizi seimbang, perbaikan perilaku sadar gizi, aktivitas fisik dan kesehatan, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi, peningkatan kewaspadaan pangan dan gizi,” tandasnya.
Menurut Jaya, status gizi masyarakat merupakan salah satu penentu keberhasilan memperoleh SDM yang berkualitas di masa yang akan datang, sementara itu perkembangan masalah gizi (stunting, gizi kurang, dan gizi lebih) dibeberapa daerah masih belum menunjukan hasil yang dapat menunjukan keadaan keberhasilan yang menggembirakan.
“Prevalensi masalah gizi makro dan gizi mikro masih tinggi dari standar. Faktor kekurangan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pengetahuan tentang gizi di masyakat, pola asuh dan ekonomi masyarakat merupakan faktor utama penyebab masalah gizi, terutama stunting,”uajrnya.
Mantan Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Atma Husada Mahakam Kaltim itu mengharapkan pertemuan Edukasi Gizi Seimbang di Semua Tatanan ini, bukan hanya dilakukan pada hari ini saja, tetapi tetap dilakukan secara kontinue.
“Semoga kegiatan
ini menjadi momentum untuk saling
berinteraksi dan bersinergi dalam rangka mewujudkan generasi muda yang sehat,
bugar, produktif, kreatif dan inovatif serta berprestasi. Terima Kasih juga
kepada semua lintas sektor, mohon keseriusannya dalam rangka upaya percepatan
penanggulangan stunting di Provinsi Kaltim,”pesan Jaya Mualimin.(mar)



