Wagub: Persatuan dan Kesatuan Modal untuk Membangun
Oleh Admin2 menit baca2.816 dibaca

Hadi Mulyadi
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Wakil Gubernru Kaltim
H Hadi Mulyadi menegasakan pentingnya selalu menjaga rasa pesrsatuan dan
kesatuan yang harus dilakukan oleh
seluruh komunitas, peguyuban, organisasi masyarakat yang ada di Kaltim, kerana
dengan situasi yang kondusif menjadi
modal untuk melaksanakan berbagai program pembangunan khususnya di Provinsi
Kaltim.
“Persatuan dan kesatuan selain menjadi modal, juga menjadi kunci melaksanakan roda pembangunan, roda perekoomian termasuk melaksanakan berbagai program-program pembangunan di Kaltim, membangun Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara maupun membangun Indonesia,” kata Hadi Mulyadi kepada Poskotakaltim.ners.com, beberapa hari lalu.
Hadi mengatakan, setiap menyampaikan sambutan dalam suatu acara selalu diawali membacakan pantun yang berisi himbauan dan ajakan pentingnya dalam menjaga persatuan dan kesatauan, seperti pantun Pohon Beringin Lebat Daunnya, Buah Mangga Manis Rasanya, Kalau Ingin Indonesia Tetap Jaya, Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa.
Terpenting adalah kalau ingin Indonesia jaya, jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dimana negara kesatuan Indonesia terlalu luas untuk dipagari, terlalu banyak suku bangsa dan semua agama ada, termasuk banyak komponen bangsa, tetapi semuanya tetap rukun dan guyub berkat adanya rasa saling hormat menghormati.
“Kita bersyukur, karena kita baru saja memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2022, dan di usianya yang ke-77 tahun, bangsa Indonesia tetap kokoh dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ini berkat adanya persatuan dan kesatuan yang selalu ditanamkan oleh seluruh anak bangsa,” tandas Hadi Mulyadi.
Provinsi Kaltim, lanjut mantan legislator Karang Paci dan Senayan adalah miniaturnya Indonesia, karena seluruh agama, dan seluruh suku bangsa ada, dan mereka tetap rukun dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu, semuanya tetap menjaga kondusifis, kalau ada masalah utamakan musyawarah untuk mupakat.
“Maka dari itu, peran peguyuban, komunitas, ormas termasuk peran serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, karena itu kunci dan modal untuk membangun Kaltim, membangun IKN dan membangun Indonesia,”pesan Hadi Mulyadi.(mar)



