Balitbangda Lakukan Rakontek Pembentukan BRIDA
Oleh Admin2 menit baca2.845 dibaca

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Fitriansyah mengatakan tujuan pelaksanaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakontek) Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kota se Kaltim, adalah sesuai permintaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk segera atau mengakselerasi pembentukan BRIDA di wilayah Kalimantan Timur.
“Tujuan dilaksanakannya Rakontek pembentukan BRIDA Provinsi dan se kabupaten kota atau provinsi adalah dari instansi Pembina BRIN di bawah Deputi BRIDA BRIN sebagai sebagai fasilitator untuk pembentukan BRIDA ini meminta kita untuk segera atau mengakselerasi pembentukan BRIDA yang ada di wilayah Kalimantan Timur,” kata Fitriansyah kepada Tim Publikasi Biro Adpim Setdaprovkaltim, usai acara Rakontek Pembentukan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kaltim dan Kabupaten Kota se Kaltim, yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Kaltim, di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (25/8/2022).
Melalui Rakontek lanjut Fitriansyah agar terjalin kolaborasi dan sinergi antar seluruh stakeholder, riset dan inovasi yang ada di daerah, baik itu dari BRIN kemudian dari Balitbanda Provinsi dan kabupaten kota yang nantinya akan berubah menjadi BRIDA profesi dan kabupaten kota. Kemudian perguruan tinggi dan termasuk di dunia usaha perusahaan-perusahaan yang memang di dalamnya ada konten atau ada pelaku risetnya.
“Nah itu kita coba buat sebuah ekosistem yang bagus untuk mendukung arah tujuan pembangunan Kaltim dan kepentingan daerah itu tujuan utama didalam arahan Rakontek ini,”tandasnya.
Fitriansyah mengakui ada memang sejumlah kendala dalam pembentukan BRIDA ini, terutama dari segi regulasi, dan itu banyak ditanyakan oleh para peserta Rakontek ini kepada nara sumber, seperti apa untuk mensiasati dan memecahkan masalah regulasinya.
“Karena memang regulasi belum sepenuhnya mendukung untuk percepatan penilaian BRIDA, padahal ketua dewan pengarah BRIN Megawati Soekarno Putri ini sudah menargetkan agar sudah terbentuk BRIDA seluruh Provinsi, dan ini adalah target yang harus segera dipenuhi oleh BRIN sebagai instansi Pembina, meminta tolong kepada kita di daerah untuk segera mewujudkan pembentukan BRIDA,” ujarnya.
Setelah Balitbanda berubah menjadi Badan Riset dan Inovasi Daerah, kata Fitriansyah, maka ruang lingkup kerja BRIDA ini lebih luas lagi, yang dinamakan dengan Lintbang jerat invent inovasi yaitu yang terjadi penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, Inovasi dan evaluasi kebijakan, jadi tidak cuma hanya penelitian pengembangan sekarang scope nya yang ke-7 hal tadi, jadi lebih luas lagi.
“Memang nanti ruang gerak BRIDA itu lebih luas, jadi bisa untuk membantu seluruh perangkat daerah yang ada, ataupun lembaga lain yang memang memerlukan bantuan riset dan inovasi, tentunya tidak hanya BRIDA Kaltim, dan nantinya Provinsi Kaltim tidak hanya sendirian, tapi juga kolaborasi dengan kabupaten kota, perguruan tinggi bahkan dari instalasi induk yaitu BRIN,” imbuh Fitriansyah.
Rakontek Pembentukan BRIDA Provinsin dan kabupaten kota se Kaltim, menghadirkan nara sumber Plt Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Risnovda, Deputi Bidang Riset dan Inovasi Daerah BRIN Dr Wihatmoko Waskitoaji dan dihadiri Pejabat Fungsional Analis Kebijakan Ahli Utama HM Yadi Robyan Noor, kepala OPD dilingkup Pemprov Kaltim, kepala Balitbanda kabupaten kota, akademisi serta undangan lainnya.(mar)



