Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Ratusan Warga Sumber Sari Loa Kulu Gelar Aksi Tolak Tambang

Oleh Admin2 menit baca3.017 dibaca

Ratusan Warga Sumber Sari Loa Kulu Gelar Aksi Tolak Tambang
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Ratusan warga desa Kecamatan Loa Kulu, khususnya Desa Sumber Sari, menggelar aksi penolakan tambang batu bara yang berada di Desa Sumber Sari, Rabu (3/8/202).

Amarah warga sudah tidak terbendung, akibat adanya aktivitas penamabang ilegal di Desa Sumber Sari. Warga membongkar sebuah pondok dan membakar tandon air di kawasan pertambangan ilegal tersebut.

Kepala Desa (Kades) Sumber Sari Sutarno mengatakan, warga sepakat bahwa di Sumber Sari tidak ada aktivitas penambangan, sebab hal itu mengakibatkan dampak negatif, khususnya bagi para petani.

"Kami sepakat tidak ada tambang disini baik legal maupun ilegal, maka dari itu warga melakukan aksi," kata Sutarno kepada Poskotakaltimnews.

Kata dia, Kecamatan Loa Kulu telah ditetapkan Bupati Kukar, sebagai pengembangan kawasan pertanian. "Jadi wajar saja kalau warga kita marah, karena 90 persen warga kita adalah petani," sebutnya.

"Kalau ada aktivitas pertambangan, pengairan disini tercemar, air disini sangat dibutuhkan oleh warga, khususnya petani," imbuhnya

Sementara luasan lahan pertanian di Desa Sumber Sari sekitar 300 hektare, yang terdiri dari padi sawah, hortikultura. Menurutnya aktivitas pertambangan telah dilakukan sekitar 5 hektare.

"Tadi mendapat arahan dari pihak kepolisian, agar hal ini dilaporkan ke Polres Kukar, namun sebelumnya pemerintah desa telah bersurat ke Polres Kukar, tetapi belum ada tindaklanjutnya, sehingga warga kami melakukan demo," ungkapnya

Ia juga menjelaskan, pemerintah desa mengetahui adanya aktivitas tambang, berkat informasi dari masyarakat pada pekan lalu. Kemudian pemerintah desa bersama warga melakukan rapat, untuk menggelar aksi.

Dirinya mengaku, di Desa Sumber Sari sudah ketiga kalinya terjadi aktivitas pertambangan, sejak awal hingga saat ini warga Sumber Sari sepakat menolak aktivitas pertambangan.

Sementara itu perwakilan petani Sumber Sari Haryono menuturkan, dengan adanya tambang di Sumber Sari, tentu menimbulkan dampak negatif, diantaranya pengairan pertanian tidak baik untuk pertanian.

"Kami mau nyiram tanaman saja tidak karuan kualitas airnya, airnya sudah tercemar warnanya keruh, jadi kalau air tersebut digunakan untuk pertanian, tentu tidak baik terhadap pertanian, bahkan bisa gagal panen," ujar Haryono.

Ia berharap, jangan ada kembali aktivitas pertambangan di Loa Kulu, karena berdampak negatif terhadap masyarakat sekitar, khususnya mata pencarian petani maupun perikanan.

Sementara dari pihak kepolisian enggan berkomentar, namun menyarankan warga maupun pemerintah desa untuk melapor ke Polres Kukar.(*riz)

BagikanWhatsAppFacebookX