Buka Rakor Eleminasi Malaria di Provinsi Kaltim, Andi Harapkan Semua Pihak Terlibat Mewujudkan Eliminasi Malaria
Oleh Admin2 menit baca2.825 dibaca

Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (Eleminasi) Malaria di Provinsi Kaltim tahun 2022
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Kepala Biro
Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim
Andi Muhammad Ishak membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan
Pengendalian Penyakit Menular
(Eleminasi) Malaria di Provinsi Kaltim
tahun 2022, yang digelar Biro Kesra Setdaprov Kaltim, di Ruang Rapat
Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Senin
(4/6/2022).
Andi Muhammad Ishak mengatakan, dibeberapa wilayah di Indonesia dengan kasus malaria tertinggi termasuk Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Kaltim. Di Kaltim Kaltim sendiri terdapat di kabupatenPenajam Paser Utara (PPU) masuk Kabupaten endemis malaria tinggi di Indonesia.
Mantan Sekretrais Dinas Kesehatan itu menambahkan, permasalahan terkait eliminasi malaria di Kaltim adalah masih banyak pembukaan lahan baik legal maupun illegal dan berpindah-pindah lokasi, Pos malaria hutan belum berjalan maksimal dikarenakan SDM yang belum memadai, Screening malaria sebelum dan sesudah masuk hutan melum berjalan maksimal,
“Termasuk belum optimalnya peran semua seector dalam pengendalian malaria dan regulasi terkait pengendalian malaria yang belum berjalan optimal,” tandasnya.
Andi mengatakan, pemerintah sendiri berupaya untuk mengeliminasi penyakit itu paling lambat tahun 2027, tentunya ini juga menjadi tugas semua pihak dan semua sektor bersama-sama untuk meng eliminasi malaria di bumi etam paling lambat pada tahun 2027.
“Dalam upaya pengendalian malaria ada tiga strategi yang dapat dilakukan yaitu pertama akselerasi pada daerah endemik tinggi, kedua intensifikasi pada endemik moderat, dan ketiga eliminasi pada daerah endemik rendah dan pemeliharaan untuk mencegah reintroduksi kasus pada daerah-daerah yang sudah bebas malaria,”ujarnya.
Selain itu, kata Andi perlu penguatan koordinasi lintas sektor pemerintah daerah maupun pihak, baik pemerintah, swasta terkait, untuk membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menghambat percepatan eliminasi malaria, karena tidak mungkin mencapai eliminasi malaria ditahun 2027 jika hanya diselesaikan oleh sektor Kesehatan saja.
“Saya menghimbau peran aktif semua perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten kota serta perusahan- perusahan swasta yang bersinggungan langsung dengan permasalahan eliminasi malaria, agar upaya akselerasi eliminasi malaria di bumi Kaltim dapat kita capai,” pesannya.
Andi Muhammad Ishak berharap, melalui Rakor ini dapat motivasi bagi kita semua untuk mulai bersinergi dari tingkat Provinsi dan kabupaten kota dan sektor swasta yang terkait untuk bersama-sama bekerja keras dan bergotong royong dalam mewujudkan eliminasi malaria di Provinsi Kaltim.
Hadi mengikuti Rakor, kepala dinas Provinsi Kaltim dan kabupaten kota, serta dinas terkait lainnya, perusahaan, dan nara sumber Tim kerja penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal Pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Kemenkes Republik Indonesia dr.Hellen Dewi Prameswari. dr. Herdiana (WHO Reversentatif Indonesia), dr Ferdinan dari Adinkes (Ketua Komite Eleminasi Malaria Indonesia) serta undangan lainnya.(mar)



