Sikapi Jalan Rusak di Hulu,Pemerintah Kukar Jangan Tutup Mata
Oleh Admin1 menit baca6.108 dibaca

TENGGARONG, Pasca musibah banjir yang
melanda sejumlah wilayah diulu Kutai Kartanegara, persoalan yang dirasakan
warga pengguna jalan lantas tak berhenti begitu saja. Sebab usai banjir
melanda, jalanan poros penghubung antar kecamatan diwilayah ulu Kukar rusak
parah, bahkan warga membangun jembatan darurat.
Agus menyatakan, bahwa pembangunan jembatan di Desa Sebelimbingan Kota Bangun adalah hasil patungan dari warga, pembanguna dilakukan diatas jalan pemerintah.”Warga yang melintasi jembatan sepanjang 20 meter itu membayar Rp50 ribu untuk mobil dan Rp10 ribu untuk sepeda motor,” kata Ketua LSM Ikatan Pemuda Martadipura Kukar Agus Supriyadi.
Kegiatan pungutan liar (pungli) tersebut seolah olah dibiarkan oleh pemerintah, dan tidak ada tindakan yang nyata.
Sementara secara terpisah, Wakil Ketua DPD KNPI Kukar Tohari SH, menilai lambatnya pemerintah merespon apa yang terjadi ditengah masyarakat, merupakan salah satu sikap pembiaran yang tak sepantasnya dilakukan.
“Pemerintah kan punya dana posmayor untuk penanggulangan bencana, dana tersebut kan bisa dikeluarkan untuk membuat jembatan, sehingga warga tak perlu patungan,” kata Tohari.
Pihaknya sangat prihatin, langkah yang tak cepat dilakukan pemerintah menyikapi setiap kejadian yang ada.”Bencana banjir yang melanda, dan menjadikan sejumlah jalan rusak, jembatan putus di Desa Sebelimbingan ini seharusnya menjadi dasar supaya dana tanggap darurat itu bisa direalisasikan,” tandasnya.awi/poskotakaltimnews.com





