Tenggarong Seberang Kembangkan Pariwisata
Oleh Admin2 menit baca3.776 dibaca

Sugiarto
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Potensi yang tak kalah menarik untuk dikembangkan di Kecamatan Tenggarong Seberang, selain sektor pertanian, adalah sektor pariwisata.
Disejumlah desa di kecamatan tersebut, saat ini banyak tumbuh objek wisata baru yang mampu menjadi daya tarik wisatawan baik warga Kutai Kartanegara sendiri maupun warga dari luar Kukar.
Saat ini, pemerintah setempat terus melakukan upaya untuk pengembangan pada sektor pariwisata tersebut, agar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat yang bermuara terwujudnya kesejahteraa n masyarakat.
Camat Tenggarong Seberang Sugiarto menuturkan sejumlah wilayah di Tenggarong Seberang yang menonjol dalam pengembangan sektor pariwasata yakni di Desa Loa Ulung dengan wisatanya Taman Gubang, kemudian Desa Manunggal Jaya dan Embalut dengan wisata perkebunan, dan di Desa Perjiwa dengan potensi air terjun.
Pemerintah Kecamatan Tenggarong Seberang juga ingin memanfaatkan lahan eks tambang kedepannya, karena lahan tersebut sangat potensial untuk dikembangkan atau dikelola dengan baik.
"Lahan eks tambang bisa dijadikan obyek wisata jika dikelola dengan baik, seperti desa Bangun Rejo yang mengusulkan lahan eks tambang digunakan untuk embung, selain bisa digunakan untuk persawahan dan bisa dijadikan obyek wisata," sebutnya.
"Kami mensupport potensi wisata di Tenggarong Seberang. Salah satunya adalah suport dalam bentuk kegiatan pembangunan," ucapnya
Pembangunan dimaksud adalah pembangunan infrastruktur jalan penghubun, selain anggaran dari kecamatan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan OPD terkait yakni Dinas PU, sehingga ada bentuk perhatian khusus untuk mengembangkan pariwisata yang ada di Tenggarong Seberang.
"Dengan pengembangan pariwisata bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, " tuturnya
Sementara itu Kepala Desa Bangun Rejo Prapto menuturkan, di Desa Bangun Rejo, tepatnya di L3 Blok D1, D2 dan Bondowoso ada lahan eks tambang ratusan hektare. Seharusnya pasca tambang perusahaan bertanggung jawab, tapi bukan untuk menguasai.
"Kami memiliki konsep di lahan tersebut sekitar 55 hektare digunakan untuk embung, jadi ada 1 wadah yang memiliki 3 fungsi," ujar Parapto
Konsepnya embung tersebut digunakan untuk perairan pertanian di saat kemarau, untuk petani memelihara ikan air tawar, dan obyek wisata, yang nantinya bisa dikelola oleh Bumdes.
"Kita juga meminta kerjasama dengan pihak perusahaan dan pemerintah agar dibuatkan embung untuk digunakan perairan dan wisata," paparnya.
"Konsep ini sudah kita bicarakan dengan Bupati Kukar, " tutupnya.(*riz/adv)




