Munawwar: Peran Swasta Tingkatkan Populasi Ternak
Oleh Admin2 menit baca3.134 dibaca

H Munawwar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,KUKAR-Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kaltim H Munawwar, menegaskan, dalam usaha peningkatan populasi ternak di Kaltim perlu dilakukan upaya pengembangan kawasan peternakan melalui peran dan partisipasi swasta, termasuk pengembangan peternakan di lahan eks tambang.
Munawwar mengakui kebutuhan daging sapi di Kaltim masih belum bisa disediakan peternak sapi lokal di Kaltim. Sedikitnya 100.000 ekor sapi pertahun dibutuhkan Kaltim, namun hanya sekitar 23.000 ekor sapi yang bisa peternak lokal sediakan, artinya Kaltim masih mengdatangkan sapi dari luar daerah.
“Setiap tahun kita membutuhkan 100 ribu ekor sapi, sementara kita hanya mampu menyiapkan 23 persennya. Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi, kita mendatangkan dari luar Kaltim,” kata Munawwar, usai mendampingi Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi meninjau langsung pusat pembibitan ternak unggul PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera (Emas) di Desa Embalut Kecamatan tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Selasa (10/5/2022).
Munawwar menambahkan, untuk peningkatan populasi ternak di Kaltim, pemerintah berharap peran serta swasta dan masyarakat sebagai pelaksana pembangunan sangat penting untuk menyukseskan program pemerintah, termasuk pertanian dalam arti luas, khususnya sub sektor peternakan, salah satunya pengembangan populasi di kawasan eks tambang.
“PT Emas di Desa Embalut ini, sangat berperan sekali, baik masa sekarang maupun masa yang akan datang, baik sebagai pusat pembibitan ternak, juga sebagai penyuplai kebutuhan daging daging sapi, kambing maupun termauk telur ayam, yang memang sangat diperlukan masyarakat kita,” ujar Munawwar.
Munawwar mengharapkan semua pengembangan kawasan peternakan di Kaltim bisa mencontoh yang dilakukan PT Emas di Desa Embalut, yang memanfaatkan lahan eks tambang sebagai kawasan pusat pembibitan ternak unggul, yang arealnya cukup luas 52 hektar, punya padat modal dan lain-lainnya.
“Rata-rata yang namanyanya pembibitan sangat langka, yang ada sekarang adalah penggemukan sapi, hanya kurun waktu tiga bulan sudah bisa dijual kembali, tapi kalau seperti pembibitan waktunya sangat lama sekitar Sembilan bulan lebih, sementara masyarakat mau cepat agar dananya berputar,” tandasnya.
Munawwar menjelaskan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) sudah melakukan berbagai upaya dengan pengembangan kawasan peternakan bersama komunitas-komunitas peternakan, termasuk mengupayakan dukungan semua pihak (swasta) untuk memanfaatkan lahan eks tambang untuk pengembangan peternakan dalam upaya peningkatkan populasi ternak di Kaltim.(mar)



