Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
Diskominfo KukarAdvertorial

Bupati Buka Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang Digelar Kelompok Wanita Tani Kukar

Oleh Admin1 menit baca4.032 dibaca

Bupati Buka Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik yang Digelar Kelompok Wanita Tani Kukar
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Bupati Edi Damansyah membuka pelaksanaan Pelatihan Meracik Jamu Bumi (Pupuk Organik) yang diselenggarakan Kecamatan Tenggarong bekerjasama dengan Kelompok Wanita Tani Kukar, yang berlangsung di BPU Camat Tenggarong, Senin (28/3/2022).

Hadir dalam acara Kadis Pertanian dan Peternakan, Camat Tenggarong, dan diikuti ratusan Ibu ibu anggota Kelompok Wanita Tani dari Kecamatan Tenggarong, Kota Bangun dan Samboja.

Bupati Edi Damansyah mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk penguatan dalam sektor pertanian dalam arti luas.

"Saya apresiasi kepada KWT, dan pelatihan ini salah satu upaya kita meningkatkan Sumber Daya Manusianya, khususnya para petani," ucap Edi Damansyah kepada Poskotakaltimnews usai membuka pelatihan pupuk organic.

Sambung dia, pelatihan sumber daya petani ini, tidak hanya membuat pupuk organik cair saja, dan untuk meningkatkan kualitas bercocok tanam, bagaimana teknis memupuk, menanam dan lainnya.

"Semangat Ibu Ibu KWT luar biasa, sudah berbicara tentang IKN, bagaimana mempersiapkan untuk kebutuhan IKN," katanya.

Pemerintah daerah komitmen, kedepan akan mengadakan pelatihan untuk penguatan Sumber Daya Manusia.

Sementara itu Camat Tenggarong Sukono menuturkan, program ini harus digencarkan, karena bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, khususnya di perekonomian.

"Dalam hal ini juga perlu sinergi dengan OPD terkait yakni Dinas Pertanian dan Peternakan, untuk memberikan dukungan dan fasilitas utuk penguatan SDM," ujar Sukono.

Kata Sukono, sehingga program kedepan dalam sektor pertanian bisa efektif berjalan dengan baik.

"Harapannya pelatihan ini bisa berlanjut,  pelatihan ini juga harus dipraktekkan dilapangan. Setidaknya ilmu yang didapat di pelatihan ini bisa diterapkan di masing-masing kelompok wanita tani yang ada di Kelurahan dan Desa,"  tutupnya.(*riz/adv)

BagikanWhatsAppFacebookX