Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
Diskominfo KukarAdvertorial

Dishub Kukar Mulai Terapkan Retribusi Non Tunai

Oleh Admin1 menit baca4.069 dibaca

Dishub Kukar Mulai Terapkan Retribusi Non Tunai
BagikanWhatsAppFacebookX

Kasi Pengelolaan Parkir Dishub Kukar Obaja Alexander

POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR- Retribusi parkir saat ini bisa dilakukan secara non tunai, dengan cara membayar menggunakan Qris, Dana, Ovo, Go-pay. Hal itu dilakukan Dishub (Dinas Perhubungan) Kukar untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dan mencegah adanya pungutan liar (Pungli)

Kasi Pengelolaan Parkir Dishub Kukar Obaja Alexander mengatakan, sosialisasi retribusi parkir non tunai terus dilakukan, hal ini juga mengikuti perkembangan jaman dengan memanfaatkan teknologi.

"Saat ini yang diberlakukan retribusi non tunai ada di kawasan CBD Tenggarong, kedepan bakal seluruh kantong parkir akan menggunakan pembayaran Qris" kata Obaja Alexander saat ditemui poskotakaltimnews, di ruang kerjanya, Rabu (9/3/2022).

Lanjut dia, retribusi parkir non tunai ini sudah dilakukan di beberapa daerah di Kaltim, seperti Samarinda, Balikpapan. Namun di Kukar masih mengalami kendala, kendalanya yakni masyarakat tidak mau sulit untuk retribusi parkir, dan memilih membayar dengan tunai.

"Kita terus memberikan edukasi terhadap masyarakat, agar mau beralih membayar retribusi non tunai, tapi kita juga tetap menerima apabila masyarakat membayar tunai" ungkapnya

Dirinya optimis, dengan metode ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena pembayaran non tunai langsung masuk ke rekening Bapenda.

"Kita bekerjasama dengan Bankaltimtara, saya yakin target retribusi parkir tahun ini bisa mencapai target, target capaian retribusi parkir yakni Rp. 120 juta" tuturnya

Sementara itu pengunjung CBD Tenggarong Hariyanto menuturkan, dengan adanya retribusi parkir non tunai ini sangat bagus, karena bisa mencegah pungutan liar oleh juru parkir.

"Program ini ada sisi positif dan negatif juga, sisi negatif jika pengunjungnya orang lebih tua, memilih untuk membayar tunai. Jika kaum milenial menurut saya sebagian memiliki dompet digital" ujar Hariyanto.(*riz/adv)

BagikanWhatsAppFacebookX