Lelang Fisik Mulai Awal Maret 2022
Oleh Admin2 menit baca3.173 dibaca

suasana peninjaun
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG REDEB- Kabel penyangga Jembatan Pulau Besing yang menghubungkan akses dari Kampung Pulau Besing dan Kampung Merancang Ulu putus.
Menyikapi itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau segara menindak lanjuti perbaikan jembatan tersebut. Bahwa inspeksi telah dilakukan oleh Tim Komisi Keamanan Jembatan Terowongan dan Jalan (KKJTJ) dengan melakukan pemeriksaan visual,pengujian atau pengambilan data terhadap tegangan kabel penyangga, elevasi rangka / camber rangka, dan deformasi pylon yang memanjang dan melintang.
Hasilnya, dibandingkan dengan data tahun 2016 saat jembatan mulai difungsikan, agar segera dilakukan pekerjaan penggantian kabel yang terlepas dan memasang sensor pada kabel lainnya serta dilakukan penggantian dan penarikan kabel dibawah supervisi KKJTJ.
Dikatakan, Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi,inspeksi sudah dilakukan pada tanggal 27 - 31 Januari lalu dengan melibatkan berbagai pihak.
Salah satunya adalah dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI dan juga aparatur perangkat kampung.
"Tindak lanjut inspeksi Jembatan Pulau Besing yang dilakukan Rapat Pembahasan Hasil Inspeksi pada kamis (10/2) melalui Video Conference yang diikuti oleh Pemilik Atau Pengelola Jembatan dari Dinas PUPR Berau, Anggota KKJTJ dari Ahli Jembatan, Perencana Atau Pelaksana Jembatan dari Kontraktor dan Konsultan, Kepala Balai Jembatan selaku Sekretaris Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan beserta Tim Inspeksi," tuturnya belum lama ini.
Rencananya dijadwalkan lelang fisik pekerjaan pemeliharaan Jembatan Pulau Besing pada awal Maret ini. Dikarenakan KKJTJ sudah memberikan rekomendasi untuk dapat menjalankan perbaikan terhadap kabel yang lepas.
"Maret kalau sudah siap kita ajukan lelang fisik pekerjaan pemeliharaan Jembatan Pulau Besing," tegasnya.
Dalam hal ini, DPUPR Berau akan memasang kembali portal permanen untuk mengendalikan dan membatasi kendaraan yang boleh melewati jembatan. Pihaknya juga akan melakukan Asessment untuk mengetahui kondisi jembatan secara keseluruhan termasuk kondisi abutmen, kabel-kabel yang lain, kondisi rangka dan antisipasi korosi.
Untuk diketahui, jembatan yang dibangun 2016 ini memang masih dalam tahap pemeliharaan oleh kontraktor. DPUPR Berau akan berkoordinasi bersama KBBJ beserta BKDTJ terkait estimasi biaya hasil teknis dan metode pelaksanaan yang akan di laksanakan.
Tetapi, Junaidi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dana perbaikan kabel jembatan sebesar 900 juta.
"Kalau untuk biaya ini masih dihitung karena kan biaya ini yang namanya posisi kabel yang lepas itu perlu diganti semua, makanya itu kami masih menunggu metode pelaksanaan dari KBBJ karena kabel itu adalah kabel khusus dan kemungkinan itu tidak ada di Indonesia,”tambanya.
DPUPR Berau menargetkan jembatan itu bisa berfungsi lagi sehingga dapat digunakan kembali oleh masyarakat. Diharapkan juga penggunaan jembatan agar dapat disesuaikan dengan beban kendaraan yang lewat dengan muatan yang dapat dikontrol secara menyeluruh.
"Ya, jangan seperti kemarin karena beban yang ditanggung melebihi kapasitas jembatan akhirnya terputus, kami sarankan kalau ada kendaraan yang lewat digunakan bergantian. Kita optimis di bulan maret bisa ajukan lelang sehingga pengerjaan dan pemeliharaan serta assesmen bisa segera dieksekusi,”tutupnya. (sep)



