PPKM Level 2 Berau, PTM Tetap 50 Persen dari Jumlah Siswa
Oleh Admin1 menit baca3.396 dibaca

Sekretaris Disdik Suprapto
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,TANJUNG
REDEB- Anjuran
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI berkaitan dengan penerapan PPKM Level
II di Kabupaten Berau,tentunya berpengaruh pada beberapa kegiatan seperti
diantaranya pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) yang digelar bergilir
serta pembatasan acara seremoni oleh masyakat.
Ditegaskan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Berau Suprapto teknis PTM untuk semester genap di setiap sekolah tetap hanya memuat 50 persen dari jumlah siswa di kelas,dengan ketentuan untuk pendidikan anak usia dini PAUD,sekolah dasar SD, kapasitas maksimal kelas kurang dari 15 orang, sedangkan untuk sekolah menengah pertama SMP dan sekolah menengah atas SMA,kapasitas maksimal kelas kurang dari 17 orang.
“Pelaksanaan juga dilakukan secara bergilir di bagi 2 shift lerharinya,dengan lama jam belajar hanya 4 jam selama 6 hari kerja berkaitan dengan penerapan PPKM Level 2. Teknisnya shift pertama dimulai jam 7:30 - 9:00 WITA, sedangkan shift kedua dimulai 9:00 - 12:00 WITA setiap harinya,”ungkap Suprapto.
Suprapto menambahkan orang tua didik juga diperbolehkan menentukan pilihan terkait perizinan anaknya untuk mengikuti PTM Terbatas atau Pembelajaran Jarak Jauh,Untuk kegiatan eksrakulikuler di setiap sekolah di perbolehkan dengan syarat mematuhi protokol kesehatan.
"Berdasarkan edaran dari Kemendikbudristek RI,kapasitas masuk kita ambil 50 persen dengan pertimbangan vaksin guru minimal 80 persen, vaksin orang tua 50 persen, vaksin manula 36 persen, sehingga SD, SMP, dan PAUD boleh melaksanakan PTM dengan syarat 50 persen," terangnya lagi.
Pelaksanaan PTM langsung dihentikan begitu juga apabila ditemukan peserta didik atau tenaga pengajar yang terindikasi kasus positif COVID-19.
Dikatakan Suprapto sejauh ini Dinas Pendidikan Berau belum menemukan sekolah yang melanggar penerapan protokol kesehatan. “Apabila tingkat PPKM di Kabupaten Berau kembali naik ke Level III,maka Dinas Pendidikan bertindak untuk menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk 50 persen dari jumlah murid,”tutupnya. (sep)



