Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Sangkulirang-Mangkalihat Menjadi Goepark ke 14 Nasional

Oleh Admin2 menit baca4.616 dibaca

Sangkulirang-Mangkalihat Menjadi Goepark ke 14 Nasional
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-Provinsi Kaltim dianugrahi berbagai kekayaan alam, diantaranya adalah berupa warisan Geopak yang beragam, dan potensi tersebut Kaltim memiliki peluang untuk mengembangkan Taman Bumi (Geopark) yang bertujuan konservasi edukasi dan juga membangun perkonomian masyarakat  melalui pengembangan sektor pariwisata.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim HM Sa’bani, mengatakan sambil   menunggu penetapan pengembangan Taman Bumi (Geopark) di Sangkulirang –Mangkalihat, dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (Kementerian ESDM RI) sebagai Geopark ke-14 Nasional, berbagai rangkaian kegiatan telah dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada semua stakeholders bagaimana pentingnya pengembangan dan pelestarian  geopak.

 “Sambil menunggu penetapan  warisan geologi dimaksud, maka inventarisasi  keragaman sumber daya hayati  dan keragaman budaya  yang berada disekitar Geopark  Sangkulirang-Mangkalihat, serta keterkaitan antara  keragaman-keragaman tersebut sudah  mulai dilakukan,”kata Sa’bani saat membuka Kick of Meeting Tim Penyusun Dokumen Usulan Taman Bumi (geopark) Sangkulirang-Mangkalihat, yang digelar secara luring dan daring oleh Dinas Energi  Sumber Daya Mineral (DESDM)  Provinsi Kaltim, di Ruang  Rapat Tepian 2  Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (19/1/2022). 

Sa’bani mengharapkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat bukan sekedar melihat sebagai warisan geologi, tetapi  bagaimana kawasan sekitarnya bisa menstimulus

terhadap ekonomi masyarakat, sehingga tidak saja  fokus dalam pembenahan dan pemanfaatan geopak, tetapi bagaiman menjaga konservasi dan kelestarian lingkungan dan bagaimana bisa mengangkat perekonomian masyarakat, sehingga mampu meningkatkatkan kesejahteraannya.

“Memang kita sudah membentuk tim penyusun dokumen geopark Sangkulirang-Mangkalihat, dan Gubernur Kaltim sudah mengusulkannya kepada menteri ESDM tahun 2020 lalu, dengan harapan tim ini dapat bekerja fokus bagaimana usulan Gubernur tersebut segera ditetapkan sebagai warisan geopak ke 14 di tanah air.  Dan penetapan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk pengembangannya, sesuai Perpers No 9 tahun 2019 tentang pengembangan Geopark nasional,” papar Sa’bani.

Kepala  Dinas ESDM Kaltim Cristianus Benny  dalam laporannya antara lain mengatakan untuk menambah wawaasan terhadap kasawan karst, warisan geologoi dan menginisasi pengembangan teman bumi (geopak) di Provinsi  Kaltim maka telah dilakukan kegiatan stusi banding dan Focus Group Discusstion (FGD) dan sosalisasi ke beberapa OPD, Fakultas  Geografi UGM Yogjakarta.

“Di dalam kawasan  bentang alan karst Sangkulirang –Mangkalihat terdapat keragaman geologi yang langka, unik dan indah yang dikenal dengan warisan geologi (geoheritage). Diantaranya warisan geologi yang berbentuk karst tabung atau botol yang tegolong sangat unik di dunia yang berumur 150-200 juta tahan, termasuk kehadiran  lukisan cadas pra sejarah berumur ribuan tahun di dinding Gua Mangkuris dan Gua Belayot di Kutim,” papar Cristianus Benny.

Usai Pembukaan, kemduai dilanjutkan paparan dari beberapa nara sumber diantaranya  Fakultas Geografi UGM Profesor Dr. Eko Haryono. dan acara tersebut dihadiri Karo perekonomian Sekdaprov Kaltim H Nazrin, dari Unmul Samarinda, serta undagan lainnya.(mar)

BagikanWhatsAppFacebookX