Wagub Beri Apresiasi, Ponpes Darul Musthofa Bantu Pemerintah Tingkatkan SDM
Oleh Admin1 menit baca7.260 dibaca

SANGATTA-Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi, memberikan apresiasi kepada pimpinan dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Musthofa , yang telah membantu pemerintah dalam meningkatkan kualiatas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kutim dan khususnya di Kaltim.
"Peningkatan kualitas SDM, tidak cukup bantuan dari Pemprov Kaltim, tidak cukup bantuan dari pemerintah kabupaten/kota, tapi harus dibantu bersama-sama, oleh karena itu dihimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat membantu apa adanya, minimal membantu dengan doa," kata Had Mulyadi saat meresmikan pengoperasian Ponpes Darul Musthofa, Ahad (10/1/2021).
Hadi Mulyadi sangat bersyukur, karena pondok pesantren Darul Musthofa yang diresmikan ini, merupakan salah satu dari sekian pondok pesantren yang ada di Kaltim, yang bersama-sama membangun kualitas SDM di Kutim dan Kaltim .
" Makanya pondok pesantren maupun lembaga pendidikan lainnya wajib didukung oleh pemerintah daerah, baik pemerintah Kutai Timur maupun Pemerintah Provinsi Kaltim,” tandasnya.
Hadi Mulyadi sangat mengapresiasi dengan diresmikannya Ponpes Darul Musthofa, keberadaan Ponpes ini sangat baik untuk membantu pemerintah memajukan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dengan basis agama yang kuat di Kutim khususnya dan Kaltim pada umumnya.
"Kita harapkan lembaga pendidikan maupun non pendidikan di Kaltim, terus eksis membantu program-program pemerintah, tidak hanya dalam peningkatan kualitas SDM, tetapi juga program lain yang bersentuhan langsung dengan kehidupan dan kesejahtraan masyarakat," ujarnya.
Hadi Mulyadi menegaskan, keseriusan Pemprov Kaltim mengupayakan peningkatan kualitas SDM, merupakan program prioritas dalam visi Berani Untuk Kaltim Berdaulat. Yaitu berdaulat dalam pembnagunan SDM yang berakhlak mulia dan berdaya saing , terutama perempuan, pemuda dan penyandang disabilitas.
"Kaltim tidak boleh hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, tanpa kemampuan untuk mengolah menjadi produk bernilai tambah dan kemampuan untuk memanfaatkan serta mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam terbarukan," kata Hadi Mulyadi.(mar/poskotakaltimnews.com)



