Akses Pelabuhan Loktuan di Buka untuk Penumpang, Tunggu Keadaan Normal
Oleh Admin2 menit baca4.911 dibaca

(Amir Tosa, Ketua Komisi III DPRD Bontang)
BONTANG, Tuntutan warga Kota Bontang, untuk hilir mudik dari luar pulau tampaknya belum diapresiasi pemkot. pasalnya, hingga saat ini pandemi Covid-19 masih terus merangkak naik.
Komisi III DPRD Bontang, meminta kepada Dinas terkait untuk membuka akses hilir mudik di Pelabuhan Loktuan untuk melayani penyeberangan antar pulau
Ketua Komisi III, Amir Tosina berharap agar akses pelabuhan di buka kembali seiring meningkatnya tuntutan warga yang ingin hilir mudik antar pulau.
“Beberapa hari lalu, dapat info beberapa kali ada kecelakaan warga Bontang yang berusaha menyeberang dengan kendaraan pribadi untuk mudik." Ujar Amir. Selasa,15/09.
Menurutnya, tuntutan warga dengan sulitnya transportasi laut ini juga menjadi hal yang dilema. Karena menurutnya, kondisi angka kasus positif Covid-19 terus merangkak naik.
"Melihat animo warga kita yang ingin pulang kampung, warga kita sudah mulai rindu kampung halaman. Namun tentunya di bukanya akses pelabuhan itu juga harus mematuhi protokol kesehatan. Nantinya pemeritah harus menyiapkan fasilitas pendukungnya." Ujarnya
Menanggapi hal tersebut, Welly Kasi Angkutan Dinas Perhubungan mengungkap alasan penutupan sementara dilakukan karena lonjakan pasien COVID-19 dalam 2 bulan terakhir."Untuk akses antar pulau Kapal Pelni bagi penumpang masih belum dikatakan kondusif. Maka kami putuskan untuk menunggu sampai keadaan kondusif dulu." Ujar PLT Dishub, Welly.
Pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Dirjen Perhubungan Laut untuk melakukan penutupan sementara akses pelabuhan untuk penumpang.
"Kami sudah bersurat ke Pelni tembusan ke Dirjen Perhubungan Laut untuk pemberhentian sementara. Jika nanti seiring waktu Covid-19 trennya menurun,kita akan dibuka."
Pada dasarnya, pihak PT Pelni tinggal menunggu respon pemkot Bontang kapan akan membuka akses pelabuhan untuk penumpang.
Sebelumnya diakui Welly, Dirut PT Pelni Samarinda telah menghadap Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni untuk meminta izin pengoperasian di bulan September 2020. Namun, kondisi tren Covid-19 meningkat dalam2 bulan terakhir. Akhirnya, kata dia, WaliKota berpesan agar Dishub menyetop hingga waktu yang belum ditentukan karena kondisi Kota Bontang yang belum kondusif.
"Jadi dalam surat itu bahasanya 'sampai keadaan kondusif,” timpalnya.(wan/poskotakaltimnews.com)



