Posko Check Point Tetap Ada Selama Covid-19 Berlangsung
Oleh Admin2 menit baca5.389 dibaca

(Ilustrasi corona)
SAMARINDA –Dalam mencengah dan memanimalisir penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Wilayah Kaltim, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama dinas dan lembaga terkait telah melakukan pembatasan pergerakan masyarakat menjelang maupun pasca pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah. Dengan membentuk posko terpadu Covid-19, di pintu masuk masing-masing daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim H Hafidz Lahlya mengatakan pembentukan posko terpadu Covid-19 sudah difungsikan sejak H-7 Hari Raya Idul Fitri 1441 H, dan akan dibubarkan kembali pada H +7 pasca hari Raya Idul Fitri, dengan tujuan agar mobilitas pergerakan masyarakat bisa dibatasi, dalam upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kaltim.
“ Dengan posko terpadu Pembatasan pergerakan masyarakat baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri ini sangat penting, sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di wilayah Kaltim, untuk posko check point akan tetap ada selama pandemi Covid-19 masih berlangung , ” tandas Hafidz Lahlya, Rabu (27/5/2020).
Untuk total Pokso terpadu, lanjut Hafidz ada sekitar 93 posko yang terdiri posko Covid-19 dan posko check point, yang tersebar di seluruh perbatasan di masing-masing daerah, dan pendirian posko-posko tersebut atas kerjasama dengan dinas perhubungan bersama dinas terkait kabupaten/kota.
“ Untuk pengaturan larangan keluar masuk pada suatu daerah, itu ditentukan dan diatur langsung oleh masing-masing kabupaten/kota, khususnya daerah yang dianggap rawan pandemi Covid-19, seperti Kota Balikpapan, maupun daerah lainnya, itu sangat ketat penjagaannya, sementara kita di Prov insi hanya mengikuti apa yang sudah diatur oleh daerah,” kata Hafidz Lahlya.
Hafidz berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat menyadari bahwa saat ini penularan Covid-19 di wilayah Kaltim masih berlangsung , Karena itu diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan pasca Hari Raya Idul Fitri.
“ Dengan mematuhi anjuran pemerintah, dengan tidak melakukan perlajanan setelah pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri, selalu disiplin melakukan physical distancing, rajin mencuci tangan baik sebelum maupun sesudah melakukan aktibvitas dan selalu memakai masker bila keluar rumah, merupakan kontribusi nyata kita dalam membantu pemerintah dalam memutus penularan Covid-19 di Kaltim,” pesan Hafidz Lahlya.(mar)



