Komisi I DPRD Bontang Minta Pendataan Penerima BST Lebih Akurat
Oleh Admin1 menit baca5.477 dibaca

(Muslimin Ketua Komisi I DPRD Bontang)
BONTANG, Komisi I DPRD Bontang, meminta kepada OPD terkait Bantuan Sosial Tunai (BST) daerah Kota Bontang, untuk lebih jeli dan akurat dalam mendata warga. Karena masih ditemukan data ganda yang mestinya tidak terjadi.
Saat dihubungi beberapa waktu lalu, Ketua Komisi I, Muslimin, membenarkan masih ada warga yang belum mendapatkan bantuan tersebut. Berdasarkan informasi masih ada ditemukan data yang ganda.
"Kami, Komisi I telah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan 3 Camat yang ada di Kota Bontang terkait pendataan masyarakat. Yang intinya meminta untuk lebih akuratif dalam menginput data para warga yang terdampak Covid19," ujar politisi Golkar ini.
Dikatakan, data yang riil yang saat ini ada masih belum akurat sehingga seyogianya dievaluasi kembali.
"Ya, kalau dilihat berdasarkan temuan di lapangan, ya memang belum akurat data itu. Makanya kami meminta adanya evaluasi terkait proses penyaluran bantuan dapat sesuai sasaran,"ujarnya
Ia menilai, data yang diterima Dinas Sosial (Dinsos) memang ada kekurangan sewaktu pendataan di tingkat RT yang waktu pendataan begitu singkat sehingga tidak bisa merekap semua warganya. Itulah makanya ada warga yang belum terdata,” ujarnya.
Ia menerangkan, persoalan bantuan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 berdasarkan skala prioritas. Karena kalau bicara dampak pasti semuanya terdampak pandemi covid-19.
"Penyaluran BST di Bontang itu diperuntukkan prioritas yang terdampak Covid19 namun jika asumsi tersebut dikategorikan prioritas tentunya para pelaku UMKM juga terdampak seperti itu yang diutamakan, pekerja serabutan yang tidak jelas penghasilannya dan tidak bisa bekerja akibat Covid ini wajib diberikan,” ujarnya.
Ia berharap kedepannya keakuratan data termasuk dengan tim RT memverifikasi data dan meminta kejujuran masyarakat.
“Kita juga para tim pembentukan penyaluran BST ini lebih akurat sehingga kesenjangan pada penerima bantuan dapat diminimalisir,"ujarnya.wan/adv




