PDP Covid-19 di Kaltim Bertambah 4 Orang
Oleh Admin2 menit baca5.658 dibaca

(Andi Muhammad Ishak)
SAMARINDA- Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak menjelaskan Kasus Pasien Dalam Pengawan (DPD) Covid-19 di Provinsi Kaltim bertambah empat orang. Keempat DPD tersebut semuanya dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan.
Sampai saat ini, lanjut Andi PDP berjumlah 39 orang, 1 orang positif, 11 negatif, dan 27 orang masih menunggu hasil laboratorium, sementara Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kaltim sampai saat ini berjumlah 208 orang, kemudian 109 orang yang sudah selesai dalam pengawasan. Dengan kondisi semuanya baik, sementara masih ada 99 orang yang belum selesai dan sampai saat ini masih terus dipantau dan itu berada di tiga Kabupaten yaitu Kutai Kartanegara 30 orang, 15 orang di Kutai Timur dan 53 orang ada Samarinda.
“Kami sampaikan, kasus PDP mengalami penambahan 4 orang sehingga total 39 orang, ke 4 orang penambahan tersebut, termasuk 1 orang yang disampaikan pada konferensi pers tadi malam yang disampaikan gubernur Kaltim, dan ke 4 orang tersebut semuanya dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan,” kata Andi Muhamad Ishak, dalam jumpa pers di Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Kamis (19/3/2020).
Terkait dengan OPD, lanjut Andi meminta kepada masyarakat yang baru saja melakukan perjalanan keluar Kaltim maupun keluar negeri dapat melaporkan dirinya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, tetapi kalau masyarakat tidak mau melaporkan dirinya, maka akan sulit mendapat data tersebut, termasuk laporan dari kabupaten/kota.
“Oleh karena itu, kita himbau kepada masyarakat, yang baru saja melakukan perjalanan dari keluar negeri maupun keluar Kaltim untuk dapat berpartisipasi aktif melaporkan dirinya untuk diperiksa kesehatannya, apakah terkontaminasi virus Covid-19 atau tidak,” tandasnya.
Andi menambahkan, secara umum pasien semuanya membaik, termasuk di Samarinda yang kasus yang positif juga membaik, berdasarkan laporan terakhir tadi bahwa semuanya pasien semakin membaik, batuk dan deman semaki tidak.
“Kita berharap kondisi pasien covid-19 di Kaltim semakin terus membaik sehingga tingkat kesembuhannya juga semakin tinggi, namun demikin semua itu harus dibuktikan dengan hasil laboratorium, yang nantinya kembali akan dilakukan pihak rumah sakit untuk memastikan kondisi pasien memang betul-betul terbebas dari virus Corona,” paparnya.
Terkait dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kaltim, Andi menghimbau kepada seluruh masyarakat Kaltim untuk tidak panik, yang terpenting tetap jaga kesehatan dengan menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan tidak terlalu banyak melakukan aktifitas diluar rumah, khususnya dalam kagiatan keramian, hiburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.
“ Semua pihak diminta untuk tetap tenang , tidak panik , tidak membuat informasi hoax dam dihimbau untuk senantiasa menerapkan pola hidup sehat bersih dan sehat. Mari kita bersama-sama berdo’a agar permasalahan Covid-19 dapat segera berakhir di Indonesia, dan khususnya di Kaltim,” pesan Andi.(mar)



