Selasa, 27 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan

SSB PS Pemuda Tenggarong Ukir Prestasi di Tingkat Nasional : Juara III Piala Soeratin U-13 2026

Oleh Admin5 menit baca552 dibaca

SSB PS Pemuda Tenggarong Ukir Prestasi di Tingkat Nasional : Juara III Piala Soeratin U-13 2026
BagikanWhatsAppFacebookX

PS Pemuda Tenggarong U-13 bersama pelatih, ofisial, dan suporter usai meraih juara ketiga Piala Soeratin U-13 2026 di IKN. (Doc. SSB PS Pemuda Tenggarong)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Mimpi menjadi pesepak bola profesional dimulai dari proses panjang, latihan, dan perjuangan di lapangan.  Dengan kerja keras selama ini, SSB PS Pemuda Tenggarong akhirnya mengukir prestasi di tingkat Nasinal dengan meraih Juara III dalam turnamen Sepak Bola Piala Soeratin U-13 2026.

Puncak perjuangan keras itu dilalui SSB PS Pemuda Tenggarong saat menundukkan PS Freeport Indonesia asal Papua Tengah dengan skor 1-0 pada pertandingan perebutan tempat ketiga di lapangan PSSI Training Center IKN, Sabtu (24/10/2026).

Gol Romeo menjadi penentu kemenangan sekaligus mengantarkan tim asal Kutai Kartanegara (Kukar) itu naik ke podium nasional.

Ketua Umum SSB PS Pemuda Tenggarong, H. Arifin Noo mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan ini merupakan buah perjuangan seluruh pemain, ofisial, pelatih, serta dukungan suporter dan orang tua yang hadir langsung di IKN.

“Yang pasti, kita bersyukur bisa meraih juara tiga. Ini merupakan perjuangan yang luar biasa dari seluruh pemain dan ofisial, pelatih, serta seluruh suporter yang hadir hari ini, orang tua yang hadir di IKN,” ujarnya.

Dalam pertandingan perebutan tempat ketiga, SSB PS Pemuda Tenggarong tampil dengan kondisi atlet yang prima.

Pertandingan berlangsung cepat dan menarik, dengan sejumlah peluang berhasil diciptakan.

Bahkan, tiga kali bola yang dilepaskan pemain PS Pemuda membentur tiang gawang lawan.

Meski memiliki banyak peluang, hanya satu gol yang berhasil tercipta. Gol Romeo akhirnya menjadi pembeda hingga pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan PS Pemuda Tenggarong.

“Tadi pertandingan berjalan dengan cepat dan menarik. Banyak peluang yang kita dapatkan, bahkan tiga kali bola mengenai tiang gawang. Namun, gol yang tercipta hanya satu sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-0,” jelasnya.

Ia menilai kemenangan tersebut tidak terlepas dari kemampuan pemain menjalankan instruksi pelatih kepala, Nur Alam.

Kondisi fisik yang prima juga menunjang penampilan mereka dalam pertandingan penentuan tersebut.

“Ketika mereka menjalankan instruksi pelatih dengan baik, insyaallah mereka bisa memenangkan pertandingan,” kata dia.

Menurutnya, keberhasilan meraih peringkat ketiga nasional bukanlah akhir perjalanan para pemain.

Kelompok usia U-13 justru menjadi tahap awal untuk mengembangkan kemampuan dan menapaki jenjang sepak bola berikutnya.

Karena itu, pembinaan di SSB PS Pemuda Tenggarong akan terus berjalan.

Para pemain diharapkan melanjutkan perkembangan hingga kelompok usia U-15 dan U-17, sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengasah kemampuan dan bersaing di level yang lebih tinggi.

“Harapan kita, ini menjadi awal, kelompok usia U-13 ini adalah awal perjalanan mereka untuk melangkah lebih jauh ke depannya,” ungkapnya.

Ia berharap para pemain tidak berhenti pada pencapaian di Piala Soeratin U-13. Untuk menjadi pesepak bola profesional, menurutnya, diperlukan proses panjang yang harus dijalani dengan disiplin dan kesungguhan.

“Kita berharap mereka tidak berhenti di sini dan bisa menjadi pemain-pemain profesional di masa depan. Namun, semua itu melalui proses. Kita percaya proses,” tegasnya.

Terkait agenda berikutnya, ia menyebut masih banyak pertandingan dan turnamen yang dapat diikuti SSB PS Pemuda Tenggarong.

Namun, pihaknya akan terlebih dahulu membicarakan rencana tersebut bersama pengurus harian yang menjalankan roda organisasi dan sepak bola klub.

“Sementara ini masih banyak pertandingan dan turnamen yang akan diikuti. Untuk sementara, kita akan bertemu dulu dengan pengurus harian, karena ada pengurus harian yang menjalankan roda sepak bola kita di PS Pemuda Tenggarong,” jelasnya.

Ia juga berharap sinergi dengan pemerintah daerah tetap terjaga agar pembinaan sepak bola di Kutai Kartanegara terus mendapat dukungan.

“Harapan kita, mudah-mudahan sinergi dengan pemerintah tetap berjalan. Kita berharap dukungan untuk pembinaan sepak bola di Kukar terus diberikan,” tuturnya.

Sementara itu, Pembina SSB PS Pemuda Tenggarong, H. Nurul Amin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim U-13 meraih peringkat ketiga Piala Soeratin tingkat nasional.

Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bagi masyarakat Kukar, khususnya Tenggarong, serta Kalimantan Timur secara umum.

“Alhamdulillah, sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi masyarakat Kukar, khususnya Kota Tenggarong dan umumnya Kaltim, serta atas dukungan dan doanya selama ini,” ujarnya.

Ia menilai kemenangan atas PS Freeport Indonesia bukan sekadar keberhasilan membawa pulang trofi.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa pemain muda daerah memiliki bakat dan potensi untuk berkembang menjadi pesepak bola profesional.

“Kemenangan ini bukan sekadar meraih trofi, tetapi menjadi bukti bahwa putra-putra daerah etam memiliki bakat, semangat juang, disiplin, dan potensi besar untuk menjadi pesepak bola profesional di masa depan,” ungkapnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, ofisial, pengurus, serta orang tua yang telah memberikan dukungan, doa, dan pendampingan selama proses pembinaan hingga para pemain mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk semakin memperhatikan pembinaan sepak bola usia dini di Kukar.

“Saya berharap prestasi ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk semakin serius memperhatikan pembinaan sepak bola usia dini di Kutai Kartanegara,” kata dia.

Ia berpesan agar para pemain tetap bersemangat menjalani latihan, menjaga kerendahan hati, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Menurutnya, prestasi di usia 13 tahun harus menjadi pijakan untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi, termasuk menjadi bagian dari Tim Nasional Indonesia.

“Teruslah berlatih, tetap rendah hati, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah berhenti bermimpi untuk menjadi seorang pemain timnas kelak dari Kukar,” pesannya.

Ia juga berharap keberhasilan tersebut menjadi awal dari prestasi-prestasi berikutnya yang dapat membanggakan daerah, sekaligus membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kukar mampu melahirkan pemain berkualitas.

“Hari ini bisa juara 3 di usia 13 tahun, insyaallah kelak menjadi juara pertama dan menjadikan kebanggaan Kukar, Kalimantan Timur, bahkan Tim Nasional Indonesia,” tutupnya. (Kriz)

BagikanWhatsAppFacebookX
Iklan
Iklan