Sudah Tiga Tahun Dipetakan Rawan, Kebakaran Danau Aji Hanguskan 75 Bangunan
Oleh Admin4 menit baca751 dibaca

Kobaran api melahap permukiman warga di kawasan Danau Aji, RT 33, Jalan AM Alimuddin. (Kriz)
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang sejak lebih dari tiga tahun lalu telah dipetakan sebagai kawasan rawan kebakaran, akhirnya dilanda kebakaran besar pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.40 Wita. Dan setidaknya 75 bangunan di RT 033 di kawasan Jalan AM Alimuddin tersebut terdampak.
Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA setelah petugas pemadam kebakaran bersama relawan dan sejumlah pihak melakukan penanganan di tengah permukiman yang padat.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, Danau Aji bukan wilayah yang baru diketahui memiliki tingkat kerawanan tinggi.
Kondisi kawasan tersebut telah menjadi perhatian sejak dirinya masih bertugas di BPBD Kukar.
Pemetaan dilakukan karena karakter permukiman yang padat, akses yang terbatas serta sulitnya memperoleh sumber air ketika terjadi kebakaran.
Kawasan yang menjadi perhatian itu mencakup sisi Jalan Danau Aji, Jalan AM Alimuddin hingga kawasan Danau Lipan.
Ia mengatakan pihaknya telah beberapa kali melakukan simulasi untuk mencari pola penanganan yang paling memungkinkan diterapkan apabila kebakaran terjadi.
“Kalau kita diuji di sini, kita akan mati kutu. Saya sudah katakan sama teman-teman, setiap kami rapat, setiap kami kumpul, waspada Danau Aji,” ujarnya.
Berbagai langkah mitigasi sebelumnya juga telah dilakukan, termasuk pemetaan menggunakan drone dan simulasi pemasangan selang.
Dukungan sarana berupa hidran kering juga disiapkan untuk membantu petugas memperoleh pasokan air lebih cepat saat terjadi kebakaran.
Namun, ketika kebakaran benar-benar terjadi Senin sore, persoalan sumber air kembali menjadi tantangan utama.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati titik api berada di bagian tengah permukiman.
Petugas kemudian melakukan pola penyerangan untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas.
Kondisi cuaca panas dan angin yang cukup kencang turut mempercepat perambatan api.
Sementara bangunan yang berdempetan membuat api mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat kebutuhan air meningkat drastis. Bahkan, kata dia, armada pemadam sempat kehabisan pasokan ketika proses pemadaman berlangsung.
“Kita tadi menyaksikan pada saat air kita habis, kita mengisi, kita hanya menonton api itu memakan satu unit rumah,” ucapnya.
Untuk mempercepat pengisian, petugas memanfaatkan sumber air di depan KUA Tenggarong yang dinilai lebih dekat menuju Sungai Tenggarong.
Di kawasan Danau Aji juga telah tersedia dua tandon berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Namun, kapasitas tersebut tidak cukup untuk menghadapi kebakaran yang meluas di permukiman padat.
Menurutnya, situasi semakin sulit karena kejadian berlangsung pada musim kemarau. Angin kencang juga membuat api lebih cepat berpindah.
“Sekarang juga musim panas, musim kemarau, angin betul-betul kencang. Sulit mendapatkan sumber air,” ungkapnya.
Disdamkarmatan Kukar kemudian meminta bantuan dari sejumlah unit di wilayah lain. Sekitar 9 hingga 10 unit armada dikerahkan, termasuk dukungan dari Sanga-Sanga, Kota Bangun dan Loa Kulu. Relawan dari Samarinda dan sejumlah kecamatan lain juga disebut ikut membantu.
Kendaraan water cannon milik kepolisian turut digunakan untuk membantu suplai air, bantuan pasokan air juga datang dari PDAM.
Ia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar tiga jam. Selain persoalan air, kepadatan permukiman menjadi tantangan lain karena petugas harus bekerja di ruang yang terbatas.
“Kita sudah berusaha. Saya sendiri pegang, saya habiskan air dua tangki. Tapi memang kita melihat keterbatasan air kita,” kata dia.
Selain kerusakan bangunan, sejumlah warga juga mengalami gangguan kesehatan.
Ia menyebut ada warga yang sempat pingsan, sementara tiga orang dibawa ke rumah sakit karena mengalami sesak napas dan syok.
“Ada dua orang, tiga orang tadi dibawa ke rumah sakit karena sesak napas, karena syok melihat situasi yang seperti itu,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, ia mengatakan pihaknya belum mendapatkan kepastian.
Informasi awal menyebut api diduga berasal dari bagian belakang rumah Ketua RT, tepatnya dari salah satu rumah sewaan. Namun, informasi tersebut masih perlu dipastikan.
“Belum mendapatkan kepastian. Tadi infonya di belakang rumah Pak RT, mungkin di rumah pintuan, tapi saya belum bisa memastikan asal api,” jelasnya.
Ia mengatakan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Disdamkarmatan Kukar, khususnya untuk kawasan Danau Aji yang sejak lama telah dipetakan sebagai wilayah rawan.
Menurutnya, strategi penanganan dan dukungan sumber air di kawasan tersebut perlu kembali dimatangkan agar keterbatasan yang terjadi dalam kebakaran kali ini tidak kembali terulang.
“Ini pelajaran. Kami juga akan mencoba mematangkan ini dengan baik lagi. Mudah-mudahan ini tidak terulang lagi,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua RT 033 Kelurahan Melayu, Supriyadi, memberikan gambaran mengenai kondisi permukiman dan awal mula kebakaran dari sisi warga.
Ia memperkirakan sekitar 75 persen wilayah RT 033 terdampak kebakaran. Kawasan tersebut memiliki banyak rumah kontrakan dan bangunan sewaan sehingga jumlah pintu hunian lebih banyak dibandingkan jumlah rumah.
“Ini satu RT sampai ke lampu merah. Separuh lebih habis, sekitar 75 persen,” kata dia.
Ia memperkirakan jumlah bangunan yang terdampak lebih dari 50 unit. Namun, pendataan secara keseluruhan masih diperlukan karena terdapat sejumlah bangunan yang memiliki beberapa pintu kontrakan.
Menurutnya, api pertama kali muncul dari bagian belakang rumahnya, tepatnya di rumah sewaan milik seorang warga.
Informasi awal yang diterimanya, terdapat penghuni yang sedang memasak sebelum meninggalkan rumah.
“Rupanya ada yang masak di situ, ditinggal dengan yang penyewanya. Setelah itu ada orang-orang teriak-teriak kebakaran,” tutupnya.
Hingga proses penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. (Kriz)



