Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com

Gelombang Arus Mudik Mulai Terasa, Tiket Ekonomi Berau–Jawa Ludes hingga 20 Maret, Bandara Kalimarau Siaga Penuh

Oleh Admin3 menit baca671 dibaca

Gelombang Arus Mudik Mulai Terasa, Tiket Ekonomi Berau–Jawa Ludes hingga 20 Maret, Bandara Kalimarau Siaga Penuh
BagikanWhatsAppFacebookX

Suasana di Loket Bandara Kalimarau, tampak antrean penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran. (foto: sep/fn)

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Atmosfer mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Kabupaten Berau. Aktivitas di Bandara Kalimarau perlahan meningkat seiring tingginya minat masyarakat untuk pulang ke kampung halaman, khususnya menuju Pulau Jawa. Bahkan, tiket penerbangan kelas ekonomi untuk sejumlah rute favorit dilaporkan telah habis terjual hingga beberapa hari ke depan.

Kepala BLU Kantor UPBU Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, mengungkapkan lonjakan penumpang sudah mulai terlihat sejak pertengahan Maret. Tiket penerbangan dari Berau menuju kota-kota besar seperti Surabaya dan Jakarta bahkan telah habis untuk kelas ekonomi hingga 20 Maret.

“Kami tegaskan bawasanya mulai tanggal 14 Maret tiket keluar Berau, khususnya untuk kelas ekonomi, sudah sold out. Terutama untuk rute ke Surabaya dan Jakarta. Saat ini yang tersedia hanya kelas bisnis,” ujarnya saat diwawancarai, baru-baru ini.

Menurutnya, rute menuju Surabaya menjadi yang paling dominan diminati penumpang dari Berau. Hal ini tidak lepas dari posisi Surabaya sebagai salah satu pintu utama menuju berbagai daerah di Pulau Jawa. Melihat peningkatan jumlah penumpang tersebut, pihak Bandara Kalimarau langsung mengambil sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya dengan memperpanjang jam operasional penerbangan.

Jika sebelumnya aktivitas penerbangan berjalan normal, kini jam operasi dimulai lebih pagi sejak pukul 05.00 WITA. “Kami sudah mengantisipasi lonjakan penumpang dengan menambah jam operasi penerbangan. Saat ini penerbangan sudah mulai beroperasi dari jam lima pagi,” jelas Patah.

Bahkan pada malam sebelumnya, operasional bandara sempat diperpanjang hingga pukul 23.00 WITA. Hal ini dilakukan untuk melayani pesawat yang mengalami keterlambatan akibat gangguan teknis di Makassar.

“Kemarin ada pesawat yang delay karena ada trouble di Makassar. Jadi kami memberikan izin penambahan jam operasi sampai pukul 11 malam agar penerbangan tetap bisa dilayani,” katanya.

Selain menambah jam operasional, Bandara Kalimarau juga resmi membuka Posko Angkutan Lebaran Terpadu mulai 13 Maret 2026. Posko ini akan beroperasi hingga 30 Maret 2026 untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan optimal selama masa arus mudik.

Posko tersebut melibatkan berbagai instansi dan stakeholder di Kabupaten Berau, di antaranya Dinas Perhubungan, Balai Karantina Kesehatan, Balai Karantina Hewan dan Tumbuhan, TNI, Polri, Satpol PP, Basarnas, hingga BMKG  Kantor Kesehatan Pelabuhan dan AIRNAV.

Selain posko terpadu, pihak bandara juga menyiapkan posko kesehatan yang dikelola oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan guna mengantisipasi kondisi darurat atau kebutuhan medis penumpang selama berada di bandara.

“Di bandara juga sudah tersedia posko kesehatan dari kantor kesehatan pelabuhan. Ini untuk memastikan kondisi penumpang tetap terpantau dan siap jika ada kondisi yang membutuhkan penanganan medis,” jelasnya.

Di tengah meningkatnya jumlah penumpang, sejumlah maskapai juga mulai menyesuaikan jadwal penerbangan. Maskapai  AirAsia dijadwalkan menambah penerbangan ekstra (extra flight) pada 19 Maret untuk mengakomodasi tingginya permintaan penumpang.

Sementara itu, Sriwijaya Air sebelumnya sempat mengajukan penambahan jam operasi penerbangan pada malam hari. Di sisi lain, Lion Group juga menambah frekuensi penerbangan menuju Balikpapan dengan kembali mengaktifkan rute Wings Air Berau–Balikpapan.

Penambahan rute dan frekuensi penerbangan tersebut diharapkan dapat membantu mengurai lonjakan penumpang selama periode mudik Lebaran.

Meski demikian, Patah menyebut penambahan jadwal penerbangan tetap bergantung pada sejumlah faktor, seperti kondisi cuaca serta rotasi pesawat masing-masing maskapai.

“Untuk sementara ini belum ada pengajuan tambahan jam operasi dari maskapai lain. Biasanya mereka melihat dulu kondisi rotasi pesawat dan faktor cuaca,” ujarnya.

Pihak bandara juga memastikan koordinasi dengan maskapai berjalan baik, terutama dalam hal penyampaian informasi kepada penumpang apabila terjadi kendala operasional.

Sebagai contoh, saat terjadi gangguan teknis pesawat beberapa, maskapai telah lebih dahulu memberikan informasi kepada penumpang melalui pesan WhatsApp. Dengan adanya informasi tersebut, penumpang dapat menyesuaikan waktu kedatangan ke bandara sehingga tidak terjadi penumpukan.

“Penumpang sudah mendapatkan informasi lebih dulu dari maskapai. Jadi mereka datang ke bandara menyesuaikan jadwal terbaru. Itu sebabnya tidak terjadi penumpukan penumpang,” jelasnya.

Dengan berbagai langkah antisipasi yang dilakukan, pihak Bandara Kalimarau berharap arus mudik Lebaran tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat yang hendak pulang ke kampung halaman. (sep/FN)

BagikanWhatsAppFacebookX