Elto: Perlu Sinergitas Mencegah Stunting
Oleh Admin2 menit baca5.040 dibaca

SAMARINDA- Stunting atau masalah kurang
gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi kurang dalam waktu cukup
lama, dan permasalahan tersebut sudah menjadi perhatian serius oleh
pemerintah khususnya di Provinsi Kaltim
Gubernur Kaltim H Isran Noor diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim H Elto saat membuka seminar kesehatan dalam rangka upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kaltim mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim sangat serius melakukan mencegahan dan penurunan stunting, dengan berbagai kegiatan baik yang dilakukan anggota TP PKK provinsi maupun kabupaten/kota hingga tingkat desa , teramasuk bekerjasama dengan lintas sektor.
“Melalui seminar kesehatan ini, kita harapkan berbagai masukan terkait upaya pencegahan stunting , yang nantinya bisa ditindaklanjuti ataupun direkomendakasikan, sebagai langkah menurunkan kasus stunting,” kata Elto.
Menurutnya Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan, dan beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif dikemudian hari.
“ Posyandu merupakan garda utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat. Sesuai dengan tujuan dibentuknya posyandu adalah untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat, oleh karena itu Posyandu harus bisa diaktifkan kembali,” kata Elto.
Ketua penyelenggara Nurul Wahidah mengatakan kegiatan seminar kesehatan ini dihadiri 250 peserta, merupakan rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 , dengan tujuan mewujudkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim, yang tentunya adanya dukungan semua komponen bangsa, masyarakat, swasta berperan serta dalam upaya kesehatan dengan lebih memprioritaskan promotif dan preventif.
“Selain itu, masyarakat semakin mengerti arti penting prilaku dan lingkungan hidup sehat dengan Germas dan pentingnya deteksi dini untuk membantu pertumbuhan anak dan balitanya dengan aktif ke Posyandu,” kata Nurul Wahidah.
Tampak hadir Ketua dan Wakil Ketua TP- PKK Provinsi Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor, Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak,beserta jajarannya, anggota TP PKK kabupaten/kota, pelajar dan mahasiswa, serta undangan lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)





