Norbaiti: Peran Posyandu Sangat Penting Cegah Stunting
Oleh Admin2 menit baca5.190 dibaca
SENDAWAR ,Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga ( TP PKK) Provinsi Kaltim Hj Norbaiti Isran Noor mengatakan, Posyandu merupakan garda utama pelayanan kesehatan bayi dan balita di masyarakat. Sesuai tujuan dibentuknya posyandu adalah untuk percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui pemberdayaan masyarakat . Menurutnya, sasaran kegiatan posyandu tidak hanya anak balita saja, tetapi juga untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan terfokus pada pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), imunisasi, gizi , serta upaya pencegahan stunting.
“ Peran posyandu dalam penanggulangan stunting sangatlah penting, khususnya upaya pencegahan stunting pada masa balita. Melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang dilakukan satu bulan sekali melalui pengisian kurva KMS, balita yang mengalami permasalahan pertumbuhan dapat dideteksi sedini mungkin, sehingga tidak jatuh pada permasalah pertumbuhan kronis atau stunting,” kata Norbaiti saat membuka pertemuan lintas program dan lintas sektoral (LP/LS) dalam rangka penguatan intervensi suplemen gizi di desa lokus stunting di Kutai Barat, yang digelar digedung PKK Kabuoaten Kutai Barat, Juma (8/11/2019).
Ditambahkan, Balita yang dideteksi mengalami gangguan pertumbuhan tentunya segera ditindaklanjuti melalui rujukan ke fasilitas kesehatan Puskesmas/rumah sakit, atau segera mendapatkan Konseling, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait penatalaksanaan gangguan pertumbuhan yang dialaminya oleh petugas atau kader posyandu.
Pelaksanaan posyandu yang efektif sesuai dengan petunjuk teknis tentunya akan menurunkan kejadian stunting pada balita, terutama pemberian penyuluhan kesehatan oleh kader dan pelayanan kesehatan oleh petugas kesehatan. Namun terkadang kurangnya minat orangtua membawa balitanya ke posyandu,
“ Dibutuhkan suatu upaya revitalisasi lintas program dan sektoral dalam meningkatkan kinerja posyandu di wilayah, sehingga posyandu secara nyata dapat mendorong penanggulangan stunting dimasing –masing daerah,” tandasnya.
Menurut Norbaiti , Revitalisasi Posyandu adalah sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kesehatan dasar dan peningkatan status gizi masyarakat termasuk dalam upaya pencegahan stunting yang terdapat didaerah. Maka dari itu diharapkan posyandu dapat terus diaktifkan guna memberkan pelayanan kepada bayi dan balita.
“ Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan setiap keluarga dalam memaksimalkan potensi pengembangan kualitas sumber daya manusia, diperlukan upaya Revitalisasi Posyandu sebagai unit pelayanan kesehatan dasar masyarakat yang langsung dapat dimanfaatkan untuk melayani pemenuhan kebutuhan dasar pengembangan kualitas manusia dini, sekaligus merupakan salah satu upaya dadalam pencehan stunting dimasing –masing daerah.(mar/poskotakaltimnews.com)



