Selasa, 27 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
DPMD KUKARAdvertorial

Kukar Kuatkan Kolaborasi Lewat Program Pamsimas Upaya Wujudkan Air Bersih

Oleh Admin2 menit baca1.096 dibaca

Kukar Kuatkan Kolaborasi Lewat Program Pamsimas Upaya Wujudkan Air Bersih
BagikanWhatsAppFacebookX

Rapat Koordinasi Pamsimas di Desa Loa Duri Seberang, Kukar. (pic:ist)

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperluas akses air bersih hingga ke pelosok Desa. Melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), pemerintah berupaya memastikan warga yang belum terjangkau layanan PDAM tetap mendapatkan kebutuhan dasar air bersih secara layak dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menjelaskan bahwa Pamsimas menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan jaringan PDAM di wilayah pedesaan.

 “Program ini kami jalankan di desa dan kelurahan yang belum bisa dijangkau PDAM karena faktor teknis. Pembangunan sarana air bersihnya dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim),” ujarnya, Sabtu (04/10/2025).

Setelah sarana air bersih rampung dibangun, pengelolaannya tidak diserahkan ke pihak luar, melainkan diamanatkan langsung kepada pemerintah desa atau kelompok pengelola yang dibentuk masyarakat setempat.

 “Beberapa desa sudah berhasil menjalankan pola ini dengan baik, seperti Salo Cella, Sebemban, Menamang Kiri, Menamang Kanan, dan Tunjungan di Kecamatan Muara Kaman. Semua sudah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat,” jelas Arianto.

Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hasil kerja satu dinas semata, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah membentuk Tim Optimalisasi Air Bersih Kukar yang melibatkan Bappeda, DPMD, Disperkim, dan PDAM. Masing-masing instansi memiliki peran penting untuk memastikan ketersediaan dan keberlanjutan air bersih bagi warga.

“Disperkim membangun sarana air bersih yang memadai, PDAM melatih kelompok pengelola agar memahami sistem operasional dan pengolahan air, sementara DPMD mendorong agar desa ikut aktif, bahkan bila memungkinkan dikelola oleh BUMDes agar keberlanjutan program tetap terjaga,” terang Arianto.

Tak hanya itu, pemerintah desa juga diimbau untuk mengalokasikan anggaran dari APBDes sebagai dukungan pemeliharaan dan pengembangan fasilitas air bersih. Sedangkan Bappeda Kukar bertugas merancang peningkatan kapasitas sistem jika kebutuhan air masyarakat belum terpenuhi.

“Kalau masih ada kekurangan jaringan atau kapasitas, maka akan direncanakan kembali oleh Bappeda,” tambahnya.

Arianto menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dari arahan Bupati Kutai Kartanegara untuk memperkuat kesejahteraan warga melalui penyediaan akses air bersih yang layak.

“Tim optimalisasi ini dibentuk atas instruksi langsung dari Bupati Kukar. Alhamdulillah, sejumlah lokasi sudah berjalan baik, ini bukti kolaborasi lintas sektor kita efektif,” tuturnya.

Dengan adanya program Pamsimas, masyarakat kini tak lagi harus menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih. Warga bisa menikmati sumber air yang layak pakai di lingkungan sendiri, dan desa memiliki kemampuan untuk mengelolanya secara mandiri.

Arianto menambahkan langkah Pemkab Kukar melalui Pamsimas bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi sosial jangka panjang untuk meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian desa. Harapannya, seluruh wilayah Kukar kelak benar-benar bebas dari krisis air bersih. (Adv/Tan)

BagikanWhatsAppFacebookX