PAD Kukar Semakin Menurun
Oleh Admin1 menit baca4.708 dibaca

TENGGARONG- Pemkab Kukar dinilai Dekan Fisipol Unikarta Zulkifli belum sukses mendulang Pendapatan Asli Daerah(PAD), bukan alami kenaikan tiap tahun malah semakin menurun. Pemkab harus kiat lagi memaksimalkan lumbung PAD.
"Sekitar tahun 2013-2014 PAD Kukar tembus Rp360 Miliar, namun setelah itu sampai 2017, hanya tembus sekitar Rp240 Miliar saja," ujar Zulkifli, Jumat(25/10) malam.
Yang harus dilakukan Pemkab Kukar menurut Zulkifli, dengan memaksimalkan potensi PAD, seperti pajak restoran, peningkatan sektor pariwisata, bisnis Hilir migas, yang selama ini ambil oleh pengusaha asal jakarta.
"Jasa catering di beberapa perusahaan migas dan pertambangan batu bara juga bisa dikelola, kalau pemkab mau," jelasnya.
Potensi lain, yang juga mampu mendulang PAD namun belum digarap secara maksimal, seperti retribusi parkir yang tidak dikelola dengan baik, serta pajak usaha sarang burung walet juga belum tergarap maksimal.
"Seperti pajak usaha burung walet cuma tembus Rp50 juta per tahun, ini bisa ditingkatkan, dengan pemberian reward dari pemkab, kepada pengusaha yang rajin bayar pajak," ucapnya.
Pajak galian bumi juga belum diperjuangkan secara maksimal oleh pemkab kukar, Pemkab Kukar bisa meminta porsi yang lebih dalam pengaturannya, dan bisa masuk bagian pemkab meningkatkan PAD.
"Inti dari persoalan, hambatan Pemkab Kukar mengumpulkan PAD, karena OPD belum terorientasi meningkatkan PAD, bisa dilihat dari renstra masing-masing OPD. Dan rasa kesatuan antar OPD juga masih jauh, terkesan jalan sendiri-sendiri tanpa arah yang jelas mendulang PAD," pungkasnya.(and/poskotakaltimnews.com)



