Wagub Buka Seminar Dunia Belum Berakhir
Oleh Admin2 menit baca5.622 dibaca

SAMARINDA- Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi mengatakan yang membuat hidup ini bermasalah, yang menyebabkan setrres, depresi bahkan ada yang sampai nekat bunuh diri, itu disebabkan kalau tidak hatinya yang bermasalah, pikirannya yang bermasalah.
"Oleh karena itu, jagalah hati dan pikiran. Jaga hati dari penyakit hati seperti menghindari SMS yaitu senang melihat orang lain susah, atau susah melihat orang lain senang, dan jagalah pikiran dari pikiran yang tidak benar dalam hidup ini," tegas Hadi Mulyadi, saat membuka seminar "Dunia Belum Berakhir, Penyelesaian Masalah Tanpa Harus Bunuh Diri, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, dan terselenggara atas kerjama Ikatan Psikolig Klinis Wilayah Kaltim, Himpunan Psikolog Wilayah Kaltim dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, di Aula Dispora Kaltim, Kamis (10/10/2019).
Hadi Mulyadi mengatakan, untuk menghadapi berbagai permalasalan dalam kehidupan ini, atas nama Pemprov Kaltim memberikan apresiasi kepada psikolog yang menyelenggarakan seminar ini, dalam upaya langkah-langkah antisipasi dan kuratif kepada para generasi mudah penerus bangsa, jangan sampai kejiwaannya terganggu.
"Harus kita sadari, bahwa tugas ini adalah tugas semuanya, tugas orang tua, para guru, kepala sekolah, tugas pemerintah, tugas para alim ulama, untuk menyadarkan bahwa hidup ini sangat berarti kalau mempunyai orientasi yang benar, karena siapan dia kalau memiliki orientasi kedepan, maka dia akan dapat menyelesaikan masalahnya sendiri," terangnya.
Hadi Mulyadi menambahkan, terkait dengan penyakit hati baik defresi, setrres bahkan sampai bunuh diri, ternyata bukan karena kedudukan, uang dan harta, namun hal itu disebabkan penyakit SMS yaitu senang melihat orang lain susah, atau susah melihat orang lain senang, ini penyakit hati, dan penyakit ini harus diterafi dengan memberikan kesadaran hidup tentang sifat-sifat yang harus dimiliki seseorang agar tangguh dalam menjalani hidup ini.
Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Wilayah Kaltim Wahyu Nhira Utama M.Psi.Psikolog yang juga, Panitia Penyelenggara seminar dunia belum berakhir, penyelesaian masalah tanpa harus bunuh diri, mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan hari kehatan jiwa sedunia tahun 2019, dengan tema promosi kesehatan mental dan pencegahan bunuh diri, dari data tenyata bunuh diri banyak terjadi pada umur 15 sampai 29 tahun, usia yang masih produktif, sehingga sangat disayangkan bagi para generasi muda yang banyak mengalami psikologi, dan tidak tahu cara mencari bantuan untuk mengatasinya.
"Tujuan seminar ini, adalah untuk mengenalkan terkait masalah-masalah mental yang ada dimasyarakat selama ini, dan bagaimana cara mengatasinya atau mendapatkan bantuannya, khususnya kepada para peserta seminar yang berasal dari dinas dan instansi, mahasiswa dan pelajar," kata Wahyu Nhira Utama.
Tampak hadir, kepala Dispora Kaltim HM Syirajudin, Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Kaltim Hj Nuraida Wahyu Sulistyani, Dekan Fakultas Psikologi Untag 1945 Samarinda, Ketua Prodi Psikolog UMKT, Kepala Biro Humas Kaltim, serta undangan lainnya.(mar/poskotakaltimnews.com)



