Rabu, 28 Oktober 2026
Poskotakaltimnews.com
Iklan
Pemkab BerauAdvertorial

Pemkab Berau Tegaskan Komitmen Atasi Polusi Plastik di Hari Lingkungan Hidup 2025

Oleh Admin2 menit baca1.175 dibaca

Pemkab Berau Tegaskan Komitmen Atasi Polusi Plastik di Hari Lingkungan Hidup 2025
BagikanWhatsAppFacebookX

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten Berau kembali mengungkapkan keseriusannya dalam menangani persoalan lingkungan, khususnya krisis polusi plastik. Acara yang mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik” ini digelar di Ballroom Hotel Mercure, Jalan Murjani II, Kecamatan Tanjung Redeb,  Senin malam (28/7/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pegiat lingkungan, pelajar, hingga komunitas masyarakat yang peduli lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Sri menegaskan bahwa persoalan polusi plastik sudah menjadi krisis global yang tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya bersama menyelamatkan lingkungan.

“Kami sampaikan bahwasanya momen ini bukan hanya seromonial semata tapi lebih pada peringatan keras bagi kita semua. Polusi plastik sudah menjadi krisis global, dan kita di Berau pun tak bisa menutup mata. Ini tanggung jawab bersama,” ucap Sri.

Mengutip data dari Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sri Juniarsih mengungkapkan bahwa timbunan sampah di Kabupaten Berau sepanjang tahun 2024 mencapai 54.568,41 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,67 persen berhasil dikelola, namun 2,33 persen lainnya belum tertangani secara maksimal.

Menurutnya, fakta ini menjadi sinyal bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam mengatasi volume sampah plastik yang terus meningkat. Ia menyoroti dampak negatif dari sampah plastik yang sulit terurai dan dapat mencemari tanah, air, bahkan udara.

Lebih lanjut, Bupati Sri juga menyinggung berbagai persoalan sosial yang turut muncul akibat pengelolaan sampah yang belum maksimal. Mulai dari penumpukan di tempat pembuangan sementara (TPS) yang melebihi kapasitas, kekurangan petugas kebersihan, hingga keterbatasan sarana pengangkut sampah.

Sebagai solusi awal, ia mengimbau masyarakat agar mulai mengelola sampah dari rumah tangga. Salah satunya dengan membuat lubang biopori untuk sampah organik serta membiasakan memilah sampah sebelum dibuang.

“Sampah bukan cuma tanggung jawab petugas atau pemerintah. Ini tugas kita bersama. Kalau tiap rumah punya satu biopori saja, beban petugas bisa sangat berkurang,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati Sri juga menyoroti perilaku sebagian pedagang kaki lima (PKL), khususnya yang beraktivitas di kawasan wisata seperti Tepian Ahmad Yani dan Pulau Derawan. Ia menekankan bahwa aspek kebersihan akan menjadi bagian penting dalam proses perizinan usaha mereka.

“Tidak boleh ada lagi PKL yang meninggalkan sampah begitu saja. Kalau ingin terus berjualan, jaga kebersihan. Itu bagian dari komitmen kita bersama,” ujarnya tegas.

Menutup sambutannya, Bupati Sri mengajak seluruh masyarakat, baik warga lokal maupun pendatang, untuk memperlakukan Kabupaten Berau sebagai rumah kedua yang wajib dijaga dan dilestarikan.

“Berau ini dianugerahi kekayaan alam dan potensi wisata yang luar biasa. Sudah sepatutnya kita semua bertanggung jawab. Bila hal kecil seperti mengelola sampah bisa kita lakukan, maka upaya besar menjaga lingkungan akan lebih mudah tercapai,” tutupnya. (sep/FN/Advertorial)

BagikanWhatsAppFacebookX